Monday, November 2, 2009

Naik Tram di Istanbul


Angkutan di sini cukup baik.Ada yang namanya metro bus, yang mirip dengan busway. Bedanya, busway ala turki ini ga punya jalur khusus macam busway di Jakarta. Metro ini menjangkau hampir seluruh pelosok Istanbul.

Selain itu, ada tram dan MRT (metro). Tram hanya beroperasi di sekitar Sultanahamet-Old City area. Tram ini kerap digunakan para turis karena melewati tempat-tempat wisata macam Hagia Sofia, Grand Bazar, dan Spice Bazar.

Namanya tram, tapi sebenernya ini lebih mirip kereta ketimbang tram. Uniknya, di beberapa ruas jalan, lajur tram sama dengan lajur kendaraan biasa. Jadi, kalo tram mo lewat, mobil-mobil kudu distop dulu. Di beberapa tempat, lajur tram adanya persis di sebelah trotoar, dan hanya dibatasi oleh pagar kaca yang tingginya ga lebih dari 70 cm. Hebatnya, masyarakat di sana patuh banget. Gue nggak pernah ngeliat ada orang yang ngelompatin pager ini. Coba kalo di Indonesia..

Sebelum naik tram, terlebih dahulu kita mesti membeli token (koin kecil) seharga 1,5 lira. Di manapun kita turun, harganya segitu. Setelah itu, koin dimasukin ke dalam mesin otomatis, baru de pintu menuju halte tram terbuka. Oya, rute tram bisa minta ke petugas yang di pintu atau petugas loket.

Moda ketiga adalah kereta bawah tanah alias MRT yang mirip dengan singapura. MRT ini hanya ada di area tertentu (kalo ga salah antara Taksim dan Level 4, serta antara Istiqlal Cadesi dan Galata Tower). Di beberapa titik, MRT terhubung dengan tram, tapi tetep, mesti bayar lagi.
Moda keempat, bus kota. Walaupun nggak sempet mencobanya, gue sempet ngintip ke dalam bus. Busnya lumayan bersih dan yang pasti, ga berpolusi.

Oya, entah kenapa, orang-orang di sini doyan banget ngebut. Jadi kalo nyebrang, kudu hati-hati banget. Meleng dikit, wusss..

No comments:

Post a Comment