Monday, March 2, 2009

Petronas, The Twin Tower

Hari ini adalah hari kedua gue di KL. Yang pertama dituju adalah petronas, lambangnya Malaysia. Untung hotel gue nggak terlalu jauh dari Petronas, cukup jalan kaki sekitar 20 menit, lewatin daerah perkantoran. Enak loh, jalan kaki di sana. Trotoarnya lebar, nggak ada kaki lima, adem karena banyak pohon dan nggak berdebu.

“You can’t miss it, it seen from everywhere,” kata orang-orang sana kalau ditanya gimana caranya ke Petronas. Tinggal ikutin aja di mana si kembar itu keliatan, pasti ketemu deh jalan ke sana. Bener juga, nggak perlu nanya-nanya, cukup lihat peta sambil sesekali lihat ke atas, pasti sampe di sana.

Emang cakep menara buatan Cesar Pelii ini. Paduan baja dan kaca dalam bentuk segi delapan bikin dia bagus dilihat dari sisi mana aja. Kabarnya, dilarang keras membangun gedung yang lebih tinggi dari Petronas, supaya si kembar ini nggak ketutupan.

Saat masuk ke dalam gedung, yang terlihat hanyalah sebuah lobi perkantoran yang dipenuhi pria-pria berjas dan perempuan berbaju kurung. Ternyata, petronas tower emang sebuah gedung perkantoran. Yang bisa didatengin wisatawan adalah skybirdge, jembatan penghubung antarmenara, yang pernah masuk dalam film Entrapment.

Untuk bisa masuk ke skybirdge, terlebih dahulu gue mesti mengantri tiket di loket yang baru dibuka pukul 08.30. Setelah dapet tiket, gue mesti nunggu lagi hingga jam 9. Begitu jam 9 teng, seorang petugas berwajah India mempersilakan pemegang tiket untuk masuk ke ruang tunggu. Di ruang tunggu ini terdapat video tentang pembuatan petronas. Ada juga berbagai alat, antara lain mesin untuk membandingkan tinggi gue dengan tinggi petronas (284 kali tinggi gue ternyata), ada simulasi tentang cara petronas (yang tinggi itu) menangkal petir. Asyik, bikin gue ga bosen nunggu.

Setelah masuk ke ruang tunggu, gue dan beberapa orang lain dipersilakan masuk ke lift yang akan membawa gue ke lantai 41. Gila..tuh lift cepet banget, kecepatannya 1 detik/lantai, ga kayak lift di Monas yang mati mulu (gue pernah kejebak di dalamnya loh waktu SD dulu). Di skybrigde ini, setiap orang dikasih waktu 10 menit untuk foto-foto dan keliling.

Nggak tahu apa karena langitnya saat itu berkabut, atau karena nggak seperti yang gue bayangkan, gue kok merasa skybridge ini biasa aja yah. Apanya yang istimewa? Rasanya sama aja waktu gue naik ke lantai 52-nya menara mulia pake lift pekerja bangunan, atau waktu gue naik ke atas Monas. Tapi biar begitu, gue acungin jempol, karena mereka bisa bikin sebuah gedung perkantoran bisa dijadiin objek wisata.

Oiya, kalau ingin ke sini, sebaiknya datang pagi-pagi (jam 7) biar nggak terlalu lama ngantri. Dan, jangan datang hari senen karena di hari itu mereka tutup.

No comments:

Post a Comment