Tune Hotel
Labels: hanoi, kuala lumpur
BLOG TERBARU SAYA ADA DI WWW.JILBABBACKPACKER.COM
Labels: hanoi, kuala lumpur
Labels: kuala lumpur
Mbak Yana (salah satu petinggi di kantor gue) bilang, dia naik bus ke KL dari Bugis Junction.
Labels: kuala lumpur
Esoknya, setelah 1 hari 1 malam berada di Singapura, gue bertolak ke KL. Bus yang gue tumpangi bernama Meridian Holiday, ber-AC, bangkunya lebar-lebar dan bersih. Harganya cukup mahal, sekitar $25. Sebenernya ada cara lain yang jauh lebih murah, yakni naik bus tujuan Johor yang hanya seharga $1,5, lalu sambung dengan kereta api yang harganya juga ga terlalu mahal. Berhubung gue buru-buru dan takut ketinggalan kereta, gue ambil aja cara yang paling gampang.
Labels: kuala lumpur

Labels: kuala lumpur
Bus ini sempat berenti sekali di tengah jalan, di sebuah restoran yang namanya Lucky… (lupa gue). Tempatnya lumayan gede dan rame, banyak tukang makanan enak. Tapi WC-nya itu loh, jorokkk banget, gue aja ampe males pipis walaupun kebelet.
Labels: kuala lumpur
_(exterior),_Kuala_Lumpur.jpg)
Labels: kuala lumpur
Sebenernya, gue niatnya nginep di Green Hut Lodge, yang banyak direkomendasiin orang-orang di internet. Gue da booking via telp, dan waktu itu si penerima telp nggak bilang kalo gue mesti bayar duluan via internet, jadi gue pun santai-santai aja (hehe..maklum, masih amatiran). Ternyata, sampai di sana, nggak ada kamar yang tersisa, karena menurut mereka gue dikategorikan belom booking sama sekali. Uhh..
Labels: kuala lumpur
Di deket hotel gue, ada banyak tempat makan yang menarik. Paling menarik minat gue sih makanan India. Jadi, gue memutuskan untuk mencoba restoran India yang paling rame, yang adanya persis di ujung jalan Nagasari.
Labels: kuala lumpur
Labels: kuala lumpur
Setelah 15 menit naik skyway, sampe juga gue di pusat judi ini. Terdiri atas sebuah bangunan besar yang isinya restoran, kasino, dan hotel. Ada pula Taman Tema Dalam alias taman bermain indoor. Di taman indoor ini ada berbagai macam permainan seperti roller coster, balon terbang, dan lain-lain. Suasananya mirip pasar malem gitu deh..
Labels: kuala lumpur
Restoran di genting emang banyak banget, tapi harganya itu loh, kagak pas banget di kantong gue. AKhirnya setelah muter-muter, gue menemukan tempat makan di deket tempat naik skyway. Cuma RM 5,25 gue da dapet nasi lemak kumplit. Nasinya mirip nasi uduk, putih tapi ada rasanya. Lauknya ayam kuah (yang mirip gulai), ikan teri jengki, terus disirami pake kuah warna kuning dan coklat (ga tau kuah apa). Rasanya, enak nian…
Labels: kuala lumpur
Dari genting, ada berbagai tujuan bus. Ada yang ke Puduraya seperti yang gue naikin tadi, ada yang ke KL Central, ada pula yang ke Pasar Rakyat. Sebenernya, tujuan gue adalah ke KL Central, namun berhubung bus yang ke KL Central masih lama banget berangkatnya, gue mutusin naik bus yang berangkat tercepat, yakni bus Pasar Rakyat.
Labels: kuala lumpur
KL Central adalah stasiun pusat di KL. Semua moda transportasi yang ada di KL, terpusat di sini. Di stasiun kereta api terbesar di Asia Tenggara ini juga ada bus, ada kereta api, ada pula monorail dan KTM. Kalau mau naik bus ke KLIA (Kuala Lumpur Int Airport) atau LCCT (terminalnya airasia), di sini juga tempatnya.
Labels: kuala lumpur
Di setiap negara pasti ada area pecinan alias Chinatown. Di sini juga ada. Setelah tanya sana sini, gue dianjurkan naik monorail ke stasiun Maharajalela.
Labels: kuala lumpur
Hari ini adalah hari kedua gue di KL. Yang pertama dituju adalah petronas, lambangnya Malaysia. Untung hotel gue nggak terlalu jauh dari Petronas, cukup jalan kaki sekitar 20 menit, lewatin daerah perkantoran. Enak loh, jalan kaki di sana. Trotoarnya lebar, nggak ada kaki lima, adem karena banyak pohon dan nggak berdebu.
Labels: kuala lumpur
Nggak jauh dari Petronas terdapat KL Tower. Kalau jalan kaki, hanya butuh waktu 15-20 menit. Tapi panasnya itu loh, ga tahann.. Untungnya di pintu gerbang KL Tower ada free shuttle bus yang akan membawa kita tepat di bagian bawah tower. Jangan coba-coba jalan karena jarak antara pintu gerbang dan tower cukup jauh dan menanjak pula. Tapi kalo nekat dan pengen item, boleh-boleh aja lah..
Labels: kuala lumpur
Cewe yang nganterin gue pake taksi kemaren bilang, datanglah ke central market, karena barang di sini bagus dan murah-murah. Tapi ternyata (lagi-lagi) di sana nggak ada apa-apa. Ada sih yang jual barang-barang kerajinan Malaysia (yang pastinya mirip ama Indonesia), dan harganya itu loh, mahal-mahal banget.
Labels: kuala lumpur
Masjid Jamek adalah masjid tertua di KL. Masjid bergaya Moorish ini masih terawat dengan baik. Dinding luarnya terbuat dari batu bata ekspos warna coklat tua, yang mencerminkan gaya Mughal India banget.
Labels: kuala lumpur
Labels: kuala lumpur