Friday, October 19, 2012

Tidur Di Airport? Siapa Takut!


Sewaktu di boarding room terminal 3 Sukarno Hatta, nyokap gue ngeliat sepasang bule yang lagi tidur di atas bangku di pojok ruangan? Spontan nyokap nanya: "kamu kalau backpackeran, begitu juga ya?" Hehehe...sebagai seorang backpacker wannabe, tidur di airport adalah salah satu hal yang mau ga mau harus gw hadapi.

Banyak alasan yang menyebabkan gue memilih tidur di airport. Pertama karena pesawat yang gue tumpangi mendarat di airport terlalu malam, sementara angkutan umum yang ada di kota itu baru beroperasi keesokan harinya. Daripada memaksakan diri untuk naik taksi, yang pastinya mahal, gue memilih untuk  tidur sebentar di airport.

Kedua adalah karena transit, menunggu penerbangan berikutnya, yang akan terbang besok pagi. Nah, kalau ini, mau ga mau mesti nunggu di airport. Sebenernya di bandara tersedia hotel transit, yang bisa disewa beberapa jam saja. Tapi...harganya lumayan mahal.

Pertanyaan yang banyak ditanyakan ke gue adalah: emang enak tidur di airport? emang aman? emang ga takut barangnya ilang? emang ga diusir?

Kalau soal nyaman, udah pasti lebih nyaman di hotel. Di airport yang paling bagus sekalipun, ga ada kasur untuk tempat tidur para transiter. Di awal gue sempet susah tidur, karena ketidaknyamanan itu. Tapi setelah beberapa kali tidur di airport, tubuh dan otak tidur gue makin bisa mentolelir keadaan apapun.

Kalau soal aman, tergantung airportnya. Kota-kota yang tingkat keamanannya tinggi, biasanya airportnya juga aman. Gue juga mempertimbangkan ini sebelum tidur di airport. Kalau kotanya dirasa nggak aman, ya gue ga akan memaksakan diri. Gue lebih rela mengeluarkan uang untuk bayar jemputan dari penginapan atau taksi ketimbang kehilangan barang-barang berharga.

Selama ini, udah 4 airport yang udah gue inepin, yaitu KLIA (Kuala Lumpur Int Airport), LCCT (di Kuala Lumpur), Changi Airport di Singapura, dan Incheon Airport di Seoul. Gue jabarain ya satu2, pengalaman gue tidur di 4 tempat itu.

LCCT
Karena selalu pake Airasia, gue sering banget mendarat di LCCT. Beberapa kali sampe malam hari, tapi gue selalu nginep di Tune Hotel yang deket bandara, karena harganya pas promo. Nah, suatu ketika, gue mesti berlama-lama di sini karena pesawat gue berikutnya akan terbang jam 5 pagi.

Kalau mau jujur, LCCT ini sebenernya bukan tempat yang asyik buat bermalam. Di sana gak ada bangku panjang yang empuk.
Kalau ada pun, jumlahnya sedikit. Setelah mencari spot yang pas ke sana-sini, akhirnya gue tidur di musala alias tempat salat. Di sana emang tempat yang paling pas, karena deket dengan WCdan Mc D. Walaupun karpetnya rada bau, tapi paling nggak di sana gue bisa tidur dengan badan lurus.

Gimana kalau ga bisa masuk musala? Bule2, yang ga bisa masuk musala, biasanya pada ngendon di Mc D, Brown, sambil makan, numpang ngecharge, dan kemudian tidur sambil duduk.  Oya, di LCCT ini tersedia air minum gratis, dan kamar mandi dengan shower..

KLIA
Gue nginep di sini gara-gara males nginep di LCCT. Dari LCCT, gue naik shuttle bus ke KLIA. Menurut review banyak pihak, KLIA juga merupakan airport terbaik untuk tidur. Tapi itu di dalam transit area. Nah, gue kan waktu itu dalam rangka kabur dari LCCT dan ga punya boarding pass pesawat untuk masuk ke dalam. Jadi terpaksalah gue dan kawan-kawan tidur di luar. Mengikuti saran beberapa orang, gue dkk  akhirnya memilih tidur di area keberangkatan. Alasannya, area tersebut lebih ramai dibanding area kedatangan, sehingga lebih aman.

Di sini sebenarnya terdapat banyak bangku yang menghadap ke kaca, yang cocok untuk tidur tanpa terganggu. Tapi, semuanya penuuuh. Akhirnya gue tidur di bangku panjang di tengah-tengah ruangan. Karena ga yakin dengan kemanan di sini, awalnya gue dkk pengen nitip barang di luggage storage. Tapi ternyata, harganya cukup mahal. Akhirnya, gue dan kawan-kawan memutuskan untuk tidur bergantian, sambil berjaga-jaga barang.

Changi Airport
Changi airport adalah airport dengan fasilitas terbaik, termasuk untuk urusan tidur. Gue tidur di sini gara-gara pesawat gue mendarat jam 12 malem. MRT baru beroperasi sekitar jam stgh 6 pagi, yang berarti gue ga bisa ke mana-mana selain tidur di airport dulu.

Changi terbagi menjadi 3 terminal. Tiap terminal punya area buat tidur, tapi terminal yang paling enak buat tidur menurut gue adalah terminal 2, karena di sana banyak banget hiburan. Ada taman, dak terbuka, kursi pijat gratis, game station, ps station, bioskop, TV layar lebar, restoran 24 jam, air minum gratis, dan shower (walaupun yang ini harus bayar). Ga ada wi-fi di sini, tapi ada banyak banget spot internet gratis.

Yang paling penting, ada area khusus yang disediain buat tidur, yakni snooze area. (Di peta, snooze area ini ditandai dengan sign berbentuk kursi malas). Di snooze area ini (yang ada di tiap terminal), tersedia kursi malas, yang memang digunakan untuk tidur, dan bangku untuk baca. Ada pula colokan listrik di sebelah kursi. Sayangnya, kursinya terbatas.

Kalau ga dapet di sini, tiduran aja di sofa-sofa yang banyak terdapat di sana. Malah, banyak juga yang tiduran di karpet di daerah snooze area ini. Soal keamanan, jangan khawatir, di sini aman banget. Tapi buat jaga2, tetap aja ya barang berharga jangan ditaruh sembarangan.

PS: Biar bisa menikmati tempat ini, jangan keluar dulu ya dari imigrasi.

Incheon
Incheon kabarnya juga merupakan tempat terbaik untuk tidur. Tapi sayangnya, waktu itu gue salah ambil jalan. Gue keluar dari imigrasi sehingga ga bisa menikmati transit lounge mereka. Akhirnya gue menuju ke terminal keberangkatan, dan tidur di salah satu kursi di sana. Kursinya lumayan nyaman, empuk, dan ga ada pembatas sehingga bisa tidur selonjoran.

Ada pula wi-fi gratis, air, dan kamar mandi (tanpa shower dan modelnya kering). Tapi, penjaga di sana baik hati banget, malah nyuruh gue mandi di area disable, yang ada airnya. Restoran 24 jam ga sebanyak di Changi, hanya ada beberapa dan harganya lumayan mahal.

TIP TIDUR DI AIRPORT
- cek review tiap airport di www.sleepinginairports.net
- walaupun airport tersebut cukup aman, untuk jaga2, jangan taruh sembarangan benda-benda berharga (paspor, duit, hp). Taruh di dalam dompet, sembunyikan di dalam baju/jaket.
- jika dana memungkinkan, titip barang2 di luggage storage yang ada di airport.
- jika beramai-ramai, tidurlah bergantian.
- Cari spot yang cukup banyak ditiduri orang.

8 comments:

  1. Di Incheon, terminal keberangkatan, kalau setelah imigrasi (jangan langsung naik kereta ke boarding room) ada tempat mandi, pakai shower air hangat, di pinjamkan handuk juga free. lokasinya di sekitaran loungenya asiana airline, bahkan petugas bandara banyak yang gak tau. di sekitar situ juga ada sofa yang enak banget buat tidur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, mantap banget nih tipnya. Thanks ya...

      Delete
  2. Kami juga dah beberapa kali, Mbak Rahma. Berempat. Pernah juga pas si kecil masih bayi. Terakhir di KLIA, tahun lalu. Kami dateng lumayan cepet. Jadi bisa booking bangku depan kaca itu. ira. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, pengalamannya lebih banyak nih Mbak Ira. Airport mana aja?

      Delete
  3. Di Jerman pernah di Cologne, Hannover dan Dusseldorf. Trus di Helsinki pas musim dingin. Selain di KLIA itu.. :) ira

    ReplyDelete
  4. Mbak, mau nanya y,saya baca di artikelny klo ga salah yg di bag airport changi kan snooze areany sblm imigrasi y. Jd ga boleh keluar imigrasi dl y..? Trus bagasiny gmn? Bagasi kan diambil biasa stlh imigrasi kan..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup. Sblm keluar imigrasi. Tapi sekarang ini saya nggak nyaranin tidur dsana, kecuali emang transit. Sekarang ini, petugas kerap muter2 nanya tiket dan paspor. Kalau ga ada tiket lanjutan, bakal diusir keluar.

      Kalau terpaksa tidur, tidur di luar jg masih ok. Tapi ya, ga seenak di dalem dan bangkunya ga ada yg empuk.

      Delete
  5. Maaf mba mau tanya, stelah ambil bagasi dan keluar dr imigrasi, masih ada restoran2 24 jam ngga mba ? Makasih ya sebelumnya. Saya masih newbie soalnya hiks .

    ReplyDelete