Wednesday, November 21, 2012

Belanja di Manca Negara

Gue bukan orang yang demen belanja. Tapi berhubung sodara-sodara gue banyak banget, mau ga mau gue kudu pergi ke pasar buat beli oleh-oleh.

Beda negara, ternyata beda juga cara menjualnya. Walaupun intinya sebenernya sama, yakni mau ngerayu calon pembeli agar membeli dagangan mereka. Orang Turki yang paling jago soal rayu merayu ini. Di awal mereka nggak akan ngasih harga atau nawarin barang. Si calon pembeli malah diajak masuk toko, dikasi Turkish Delight (manisan khas Turki), minuman teh apel yang enak banget, diajak ngobrol. Kalau ngeliat si pembeli udah suka ama mereka, baru deh mereka nawarin barang-barang mereka. Nah, karena calon pembeli merasa nggak enak, karena udah dikasih macem-macem, biasanya mereka akan beli.

Beda lagi dengan penjual di Kamboja. Di negara Indochina ini, si penjual akan berpura-pura butuh uang untuk menghidupi keluarganya. Biar calon pembeli kesian. Mereka akan bilang "please, more money. I should bring some money for my family" dengan muka melas banget.

Sementara di China, penjualnya paling sadis. Udah mukanya sadis, ngasih harganya juga ga kira-kira. Kalau kita nawar, mereka jawab dengan galak dan mata mendelik. Kata-kata yang paling sering dilontarkan mereka adalah "Are you crazy? This is cheap!!" (padahal mahal setengah mati). Atau "My boss will kill me if you pay me with that price" (padahal itu toko punya dia sendiri). Atau yang paling baik ngomongnya gini "Are you kidding?". Situ yang becanda, ngasih harga ga kira-kira :P

No comments:

Post a Comment