Thursday, December 26, 2013

Fenomena Gadget Traveler?

Saya bukan orang yang anti-gadget, bukan juga orang yang anti-kenarsisan. Saya hanya sekedar mengeluarkan uneg-uneg saya, tentang kecanduan gadget di kalangan banyak orang, termasuk para traveler.

Beberapa bulan lalu, saya pergi bersama serombongan orang ke salah satu provinsi di Indonesia. Dari 11 orang yang ada di rombongan, saya hanya kenal satu orang saja. Selebihnya adalah kenalan teman saya itu, yang memang sudah berkali-kali pergi bersama.

Perjalanannya mengasyikkan, pun dengan anggota rombongan. Namun ada satu kebiasaan yang dimiliki hampir semua anggota rombongan, yang tak sepaham dengan pemikiran saya yang (mungkin) kuno: mereka tak bisa lepas dari smartphone!

Ya, mereka semua memiliki handphone terbaru yang cukup canggih, dengan kamera berpixel tinggi, dengan fitur yang menunjang kenarsisan. Ya, kamera dan berbagai aplikasi inilah yang membuat mereka tak pernah lepas dari smartphone mereka. Sampai lokasi wisata, foto, updet status di path.  Foto lagi, kirim ke FB. Foto lagi, kirim ke twitter lengkap dengan lokasinya.

Alhasil, ketika baterai smarthphone mereka mendekati habis, mereka panik. Sibuk mencari tempat yang menyediakan colokan. Kalau colokan tidak ada, dan akhirnya hp benar-benar mati, mereka seperti kehilangan jati diri. Bingung. Dan kelihatan tak lagi menikmati liburan.

Fenomena ini bukan pertama kali saya alami. Saya pernah pergi bersama rekan-rekan kantor saya, yang memiliki kebiasaan yang sama: tak terpisahkan dengan hp kesayangannya.

Saya tidak mau munafik. Saya juga orang yang narsis. Saya selalu berfoto-foto di segala sudut yang indah. Tapi saya membatasi diri. Saya pergi ke suatu tempat bukan hanya untuk memfoto diri saya di sana. Saya ingin menikmati indahnya tempat itu, ingin meresapi segala yang ada di sana.

Saya juga orang yang suka pamer. Saya kerap membagikan foto-foto perjalanan saya, entah di path, twitter, dan berbagai media sosial lain. Tapi saya melakukannya saat makan atau saat kembali ke penginapan. Bukan di tempat wisata, tempat di mana seharusnya saya bebas dari segala hal yang berada di sekeliling saya selama ini.

Saya juga bukan anti-gadget. Saya punya handphone yang lumayan canggih, saya punya tablet yang cukup bagus. Keduanya selalu saya bawa saat berpergian. Tapi saya tidak mau diperbudak oleh dua gadget saya itu, apalagi ketika saya berpelesiran.

Mungkin saya pemikir kuno.

Bagaimana dengan kalian?

3 comments:

  1. Klo saya juga suka narsis, foto sekali dua kali, terus klo nemu wifi baru upload ahaha... gak gitu suka live tweet gitu,,, ingin menikmati perjalanan tanpa terganggu gadget... klo perlu matiin hape biar gak terima telpon haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagusss...perjalan perlu dinikmatin, kan?

      Delete
  2. Aku juga sering heran lho kalo liat orang kalang kabut kayak masalah hidup dan mati pas battere hape abis. Mungkin karena aku termasuk 'kuno' juga ya, jarang banget update. Palingan kalo malam udah di hotel n belum cape aja sempetin upload foto gitu :D

    ReplyDelete