Friday, December 27, 2013

Pelesiran Bangkok-Chiang Mai-Chiang Rai (part 2): Lagi-lagi Bus Malam

Untuk menuju Bangkok, kami menggunakan Tiger Mandala yang kala itu sedang gencar-gencarnya melakukan promosi tiket murah. Awalnya, kami dijadwalkan sampai di Bangkok siang hari, sehingga malamnya kami bisa segera menuju ke Chiang Mai. Namun apa daya, jadwal kami dimundurkan oleh maskapai sehingga akhirnya kami sampai di Bangkok di sore hari.

Awalnya lagi, untuk menuju Chiang Mai, kami akan menggunakan kereta api. Saya belum pernah menggunakan kereta api malam di luar negeri, sehingga saya sangat antusias menggunakan moda ini untuk menuju Chiang Mai. Tiket sudah saya pesan via website resmi kereta Thailand. Saya memesan kereta sleeper train kelas 2 dengan harga sekitar 800 bath.

Tapi lagi-lagi, rencana mesti berubah. Jalur kereta menuju Chiang Mai sedang mengalami perbaikan. Alhasil, kami harus mengubah rencana. Setelah browsing sana-sini, mencari info dari berbagai tempat, diputuskan untuk menggunakan bus malam. Gagal lagi naik kereta. Saya lagi-lagi harus naik bus malam...

Kami sampai di Svarnabhumi airport pada sore hari. Rencananya, kami akan menginap semalam di Bangkok, baru melanjutkan perjalanan ke Chiang Mai keesokan malam. Karena takut kehabisan tiket bus, dari airport kami langsung menuju terminal Mo Chit.

Untuk menuju terminal, kami menggunakan airport train. Sewaktu dulu saya berkunjung ke Bangkok, jalur kereta ini masih dalam tahap pembangunan. Kini, jalurnya sudah beroperasi dan cukup nyaman digunakan.

Airport train ini terbagi menjadi dua: direct express line dan city line. Direct line melayani jalur langsung Makassan-Svarnabhumi, tarifnya 150 bath, dan memakan waktu sekitar 15 menit. Sementara jalur city line adalah jalur biasa, berhenti di beberapa stasiun sebelum berakhir di Paya Thai. Harganya sekitar 15-45 bath, dan makan waktu sampai 28 menit.

Nah, jelas saya memilih naik yang biasa saja. Dari Paya Thai, untuk mencapai Mo Chit, kami menggunakan taksi. Di bawah stasiun Paya Thai sebenarnya ada taksi resmi, berwarna merah muda. Tapi, berhubung kami datang berlima, petugas taksi menyarankan kami untuk menggunakan taksi tak resmi alias taksi non-argo. Alasannya, karena berlima, kami harus menggunakan dua buah taksi berargo. Sementara jika menggunakan taksi tak resmi, kami hanya perlu menggunakan satu taksi saja.

Supir taksi non-argo kami adalah bapak-bapak tua yang plin-plan dan suka marah-marah. Awalnya, dia meminta kami membayar 300bath untuk pergi ke stasiun MoChit. Di tengah jalan, dia menawarkan untuk mengantarkan kami kembali ke Paya Thai, dengan harga 500 bath. Namun dengan syarat, kami hanya boleh berada di stasiun sekitar 5 menit.

Jelas kami menolak tawaran bapak itu. Mana mungkin kami berada di stasiun hanya 5 menit? Ketika kami menolak tawarannya, tiba-tiba dia berubah pikiran: dia bilang dia akan menunggu semau kita. Karena malas mencari taksi lagi, ditambah hujan yang mulai turun membasahi Bangkok, akhirnya kami menerima tawaran si bapak.

Ternyata, kami tidak perlu ke stasiun Mo Chit. Sombat Bus Tour, bus yang akan kami tumpangi, punya terminal sendiri, yang letaknya tak terlalu jauh dari Paya Thai. Terminal ini lumayan bagus, dilengkapi dengan ruang tunggu, kamar mandi yang bersih, kantin, loker, dan musala!

Bus menuju Chiang Mai cukup banyak, dan terdiri dari beberapa jenis, mulai dari kelas ekonomi hingga VIP. Kami mengambil kelas 1, dengan harga 680 bath. Busnya cukup lumayan, double decker dengan kamar mandi di bawah. Dibanding dengan bus di Myanmar, yang dinginnya minta ampun, AC di bus ini lumayan "adem". Ditambah lagi, kami diberikan selimut dan bantal leher. Kekurangannya, menurut saya, jarak ke bangku depan terlalu sempit sehingga kaki saya tidak bisa selonjor dengan sempurna.


Tip:
- Info lengkap mengenai kereta Bangkok-Chiang Mai dapat dilihat di situs favorit saya: seat 61.
- Ada beberapa perusahaan bus yang terpercaya: antara lain NCA, Sombat, dan bus milik pemerintah (saya lupa namanya).  Tiap perusahaan memiliki kelas bus, mulai dari ekonomi hingga VIP. Usahakan untuk membeli tiket kelas yang tidak terlalu bawah, karena menurut Dave (pemilik hostel di Chiang Mai), bus seperti ini kurang aman, apalagi untuk turis.

No comments:

Post a Comment