Friday, December 16, 2011

Breaking Australia bareng Simpati (part 2) — Asyik, Nontonnya di Gold Class !!


Bersama dengan 12 pemenang lainnya, gue berangkat ke Sydney. Sebenarnya, ada 15 pemenang, tapi yang visanya diterbitkan pihak kedutaan hanya 13.  Ada Kevin, Indira, Fanny, Venie, Ica, Chika, Wintang, Intan, Labani, Putra, Kiwong, dan Orlando. Dan nampaknya, gue yang paling senior (ga mau dibilang tua..hihihi).

Perjalanan Jakarta-Sydney menghabiskan waktu cuma 7 jam. Cuma? Hehehe...sejak pernah mengalami penerbangan selama 14 jam ke London, gue jadi menganggap penerbangan di bawah 10 jam adalah penerbangan yang ga lama. Belagu ya gue? :P

Pesawat Garuda yang membawa gue dan rombongan mendarat di Kingsford Smith, sebuah bandara internasional Sydney yang letaknya nggak terlalu jauh dari pusat kota Sydney. Awalnya gue mengira, bandara Internasional ini ga terlalu oke, karena yang gue temui hanyalah sebuah bandara kecil dengan peralatan kamar mandi yang kuno (gila, handdryernya masih perlu dipencet-pencet bo!). Ternyata, itu hanya bagian kecil dari bandaranya. Terbukti, di terminal keberangkatan nanti gue menemukan sebuah "mal" di dalamnya.

kamar gue di Rydges. Belom ada koper betebaran nih..
Dari bandara, gue dkk dibawa menuju Rydges Wolrd Square Hotel, hotel bintang 5 yang terletak di pusat bisnis Sydney. Okeh banget nih hotel. Lokasinya bener-bener strategis. Di sebelah hotel ada mal besar yang lumayan besar dan lengkap. Di  sekelilingnya banyak toko, mini market, restoran, dan bar. Dan yang penting, dia berada tepat di sebelah stasiun monorail, jadi gampang kalau mau ke mana-mana.

Dan ternyata, hotel ini juga nggak terlalu jauh dari Darling Harbor, Victoria Building, dan Paddy's. Asyik banget deh. Kalau meminjam istilahnya Erwin (sodara gue yang ada di sono), dari hotel ini bisa jalan ke mana aja. *Mereka mah ke mana pun jalan kaki*

Tiket, hotdog dan minuman buat nonton breaking dawn
Setelah mandi, gue dibawa menuju Event Cinemas, sebuah studio yang lagi-lagi terletak ga jauh dari hotel. Di sinilah gue akan menonton breaking dawn. Gue pikir, gue bakal ditempatkan di studio biasa. Ternyata enggak loh, gue dkk ditempatkan di gold class. Just info aja, gold class ini harganya 28 dolar alias sekitar 250 rebu loh! Wajar aja harganya selangit gitu, gold class ini enak dan nyaman banget. Satu studio hanya terdiri dari 30 orang aja. Bangkunya bukan bangku biasa, tapi sofa reclining (yang bisa dinaik turunin sandarannya), ditambah dengan pijakan kaki dan meja kecil di samping bangku.

Puas nonton, gue dkk dibawa menuju restoran Delima, restoran di Chinatown yang menjual masakan Indonesia. Makanannya asyik, interiornya bagus, dan pelayannya ganteng (bisa bahasa Indonesia pula). Hahaha...

Oiya, selama di Sydney ini makanan yang disediain buat kami okeh banget. Malah bisa dibilang berlimpah. Belom laper, udah diajak makan lagi. Ga heran, sehabis pulang dari sini, bobot badan gue bertambah. Nasib..

No comments:

Post a Comment