BLOG TERBARU SAYA ADA DI WWW.JILBABBACKPACKER.COM

Wednesday, December 10, 2008

all about macau


Where to go:
Hotel Venetian
–> Naik gondola (mahal sih, HK$ 108/ orang selama 15 menit), kliling resort dan mal Grand Canal Shop (lantai 2), makan di foodcourt, ada laser show setiap jam 20.00.
How to get there: Naik bis kota nomor 3 tujuan Macao Fery Terminal. Trus jalan kaki menyebrang jalan melalui lorong bawah tanah. di sana sudah menunggu bis-bis mewah berwarna biru bertuliskan The Venetian, antrilah. Gratis. Perjalanan sekitar 50 menit.
Tips: Ingatlah tadi datang dengan bis dari mana, karena nanti pulangnya naik bis yang sama (karena bis Venetian itu datang dari macem2 arah dengan bentuk dan warna yang sama).


Senado Square
–> Semacam alun-alun kota, makan2, belanja.

Ruins of St. Paul
–> Foto2, cicipin tester kue gratis, liat2 juga Church of Our Lady of Penha, St. Lawrence’s Church, dan St. Dominic’s Church.
How to get there: jalan kaki dari Senado Square.

Macau Tower
–> Biaya naik HK$ 80 tarif bungee jumping mulai HK$ 800.

Fisherman’s Wharf
–> Semacam theme park gratis, toko-toko, restoran, pinggir laut, bisa melihat jembatan yang menghubungkan Macau Peninsula dan Taipa island.

Must-try food:
- Cafe Nata –> Kafe paling ngetop se-Macau. Beken dengan kue tart-nya. Kabarnya kopinya juga nikmat.
- Margareth Nata de café –> Egg tart enak di daerah Senado.
- KOI KEI Pastelaria –> Beken banget di Macau).
- Lord Stow’s Bakery –>Di dekat Coloane Village.

Cadangan:
- Whynn Casino –> Setiap 20 menit sekali ada air mancur menari disertai semburan api (namanya Cybermetic Fauntain).
- Grand Lisboa Casino

Tips:
- Naik bis nomor tiga ke Macao Ferry Terminal. Biaya 2,5 MOP.
- Casino bisa jadi tempat yang oke buat ngadem sekaligus ngambil air mineral/minum (ambil aja jus, kopi, teh susu, atau air putih dari nampan si pelayan), gratis!
- Porsi makanan di sana biasanya gede banget, jadi dimakan rame-rame aja.
- Siapkan uang receh sebelum naik bis! Karena tidak akan dikasih kembalian.
- Feri dari Macau ke HK: Turbo Jet, New World, dan Cotai Jet. Turbo Jet berangkat dari Macau Ferry Terminal ke Shun Tak Center di Hongkong Island. New World (NWFF) adalah ferry yang menghubungkan Macau Ferry Terminal dan Kowloon Ferry Terminal. Cotai Jet adalah ferry terbaru milik Sands Grup (pemilik Venetian), dan berangkat dari Taipa Ferry Terminal menuju Shun Tak Center.
- Harga satu ferry dengan yang lain tidak terlalu beda. Di hari biasa, harga cotai jet kelas ekonomi HK$ 142, sedangkan turbo jet HK$ 149. Kalau malam hari, atau weekend, tarifnya lebih mahal.
- Jarak dari Venetian ke Taipa Ferry Terminal cuma 5 menit, sedangkan ke Macau bisa menghabiskan waktu 15 menit.
- Bisa beli tiket feri COTAI di hotel Venetian (khusus jurusan Hongkong Island). Untuk kepergian setelah jam 5, harganya lebih mahal, buka 24 jam, perjalanan sekitar 1 jam.
- Ferry dari Macau ke HK ada setiap setengah jam sekali (mulai dari jam 7.00 sampai jam 00.30 (hari libur) atau 20.30 (hari kerja). Baiknya jangan berangkat pas hari libur atau sore/malam hari karena tiketnya lebih mahal. Tentukan pula tujuan mau ke new HK atau ke Kowloon (Tsim Tsa Tsui atau kota lamanya HK, ambil First Ferry).
- Sering-seringlah naik shuttle bus. Gratis! Ada banyak di Macau, dengan tujuan dari hotel ke pelabuhan, dari casino ke pelabuhan, dan sebaliknya. Bisa juga sampai Porto de Cerco (perbatasan antara Macau dan Zhuhai (China) yg letaknya di bagian paling utara-nya Macau).
- Bis di Macau beroperasi di 40 rute dari pukul 06.45 sampai tengah malam.

Hostel/hotel di Macau:
- Hostel Augusters Lodge (Rua do Dr Pedro Jose Lobo 24, Kam Loi Macau, augusters@augusters.de, www.augusters.de) –> ada tepat di depan Grand Lisboa dan Whynn. Apartemen di lantai tiga, berkamar 3 dengan 1 kamar mandi.
- The San Va Hospedaria (Rue Da Felicidade 67) –> 5 menit jalan kaki dari pusat kota.
- Hotel Ko Wah atau Kou Va (Rua da Felicidade, No. 71, Macau, nomor telepon 2893 0755 dan 2837 5599).
- Villa Universal –> juga ada di Rua da Felicidade (persis di sebelah Ko Wah Hotel).
Tips:
- Rua de Felicidade adalah daerah “lampu merah”-nya Macau.


Labels: ,

Tuesday, December 9, 2008

Undangan dari Venetian

Satu malam, atasan saya menelpon, memberitahu kalau ada undangan dari Venetian Hotel di Macau, dan saya yang akan diberangkatkan ke sana. Saya langsung berpikir untuk melanjutkan liburan ke Hongkong, dengan biaya sendiri tentunya. Karena teman-teman backpacker saya tak ada yang ikutan, mau tak mau saya mesti jalan-jalan seorang diri.

“Di Macau susah loh angkutannya, naik taksi juga kadang-kadang nggak ada. Kalau di Hongkong susah nanya jalan..” begitu tutur salah seorang rekan kerja, menceritakan pengalaman kakaknya ketika berlibur bersama keluarga di Macau dan Hongkong. Hmm… walaupun tak terpengaruh dengan omongannya yang menjatuhkan semangat, mau tak mau saya kembali mengecek semua persiapan saya.

“Tenang, di sana gampang kok, jangan takut jalan sendiri” ucap salah seorang anggota milis IBP-yang saya mintai nasehat tentang Hongkong-meyakinkan saya. “Lo kan da berpengalaman backpackeran ke berbagai kota dan negara, pasti bisa deh”, tutur sahabat saya–yang biasa ber-backpacking bersama-menambah semangat.

Bismillah…saya membulatkan tekad. Macau, Hongkong…here I come..

Labels:

Viva Macau



Pesawat yang saya tumpangi kali ini adalah Viva Macau, sebuah low budget airline milik Macau. Pesawatnya lumayan besar, lebih besar daripada AirAsia.
Seperti low budget airline lainnya, di atas pesawat penumpang tak mendapat makanan. Ada sih makanan yang dijual, tapi harganya itu loh, ampun-ampun. Satu bungkus pop mie dibandrol dengan harga HK$ 40. Lalu, secangkir teh dihargai HK$ 10. Wah…mahalnya. Padahal perjalanan cukup jauh, 5 jam. Pasti di tengah jalan saya kelaparan. Alhasil, walaupun tidak terlalu lapar, saya memaksakan diri untuk memenuhi perut di bandara Sukarno Hatta.

Labels:

Proses Imigrasi Lancar

Beberapa orang mengatakan, orang Macau, termasuk petugas imigrasinya, seperti OKB (orang kaya baru) yang belagu. Seringkali pendatang ke Macau ditolak begitu saja, tanpa ada alasan yang jelas. Seorang teman saya yang datang dari Hongkong pernah dipulangkan kembali ke Hongkong karena dianggap TKI yang akan mencari kerja di Macau. Pernah juga, seorang model dari Iran ditolak masuk hanya karena paspornya lecek. Tapi kali ini, semua penumpang pesawat VivaMacau beruntung. Petugas imigrasi dengan senang hati mencap paspor, tanpa ada proses berbelit-belit.
Oya, kalau datang ke Macau dari Hongkong, jangan lupa untuk membawa tiket pesawat pulang ke Jakarta karena bisa jadi senjata andalan untuk diterima masuk ke Macau. Kalau sudah punya bukti reservasi hotel, jangan lupa untuk disertakan juga, siapa tahu berguna.

Labels:

3 Pulau



Macau terdiri dari 3 pulau, yakni pulau Macau, Taipa dan Coloane. Antara pulau Taipa dan Coloane, dulu terdapat semacam selat kecil. Oleh Sands Group, pulau tersebut diurug, dan dijadikan lahan untuk hotel, dsb. Lahan urugan itu dikenal dengan nama Cotai Strip (singkatan dari Coloane-Taipa). Nah, Venetian berada di cotai strip ini, airport berada di Taipa, sedangkan Ferry Macau Terminal berada di Macau. Luas Macau? Hmm..rasanya sama dengan luas kecamatan Mampang :D

Labels:

Taksi dan Shuttle Bus



Karena kotanya kecil banget, angkutan yang banyak beredar di sini taksi. Ada juga bus, yang rutenya tertera jelas dalam peta. Tarifnya berkisar antara 3.5 MOP-5 MOP (1 MOP =1 HK$). Tapi yang asyik, di sini banyak banget shuttle bus milik hotel-hotel. Dan semuanya gratis-tis-tis.. Shutle bus ini bisa digunakan oleh siapa saja, tidak terbatas pada tamu hotel itu.

Shuttle bus umumnya menghubungkan hotel dengan bandara dan pelabuhan. Khusus untuk Venetian, karena ia satu group dengan hotel Sands, maka ada shuttle bus dari venetian ke Sands (yang terletak di Macau), dan sebaliknya. Saya seringkali memanfaatkan shuttle bus ini kalau ingin ke pusat kota Macau. Saya naik shuttle bus ke Sands,baru disambung dengan taksi. Lumayan mengirit ongkos :D

Labels:

VIP Reservation Room

Selepas dari Macau Airport yang ukurannya tak lebih dari bandara Adisucipto itu, saya menaiki shuttle bus menuju Venetian Hotel. Di Macau memang tersedia banyak sekali shuttle bus milik hotel, gratis.

5 menit kemudian saya sudah sampai di lobby hotel Venetian. Karena saya mendapat undangan khusus dari Venetian, saya tak perlu melakukan reservasi. Cukup menunggu di VIP Room, ditemani musik dan banyak minuman segar, sambil menungggu kunci pintu diantarkan. Hmm…nikmatnya.

Labels:

Kamarku Luas Sekali


Ternyata, kamar yang saya tempati luas banget. Seandainya saya bawa bola, saya bakal main futsal di sini. Saat saya cek di internet, tarif kamar ini sekitar HK$ 1800. Mahal, tapi kalau diisi rame-rame (dan kayaknya pasti muat), bisa jadi murah. Kata pelayan di sana, masih ada kamar yang lebih besar, yakni kamar VIP yang tarifnya bahkan tak disebutkan di internet. Kabarnya, orang-orang Cendana sering sekali menginap di sana.

Kamarnya juga didesain gaya Eropa. Ada dua tempat tidur yang diatasnya dihiasi dengan tutup khas kamar tidur putri. Area tidur ini dilengkapi dengan lemari built-in (ada setrika dan mejanya loh), TV plasma 32 inch, dan safety box. Lalu, ada juga ruang tamu yang dilengkapi (lagi) dengan TV dan minibar. Kamar mandinya dibuat dari marmer (walaupun bukan asli) dan ada bathtub yang gede.

Ada juga meja tulis yang dilengkapi dengan printer multifungsi (yang bisa sekalian mengkopi dan men-scan). Yang kurang di sini cuma satu: internetnya mesti bayar!

Labels:

Bambu Restaurant


Di Venetian ada beberapa restoran, tapi favorit saya adalah Bambu Restaurant. Sistem makannya buffet, jadi kita bisa memilih makanan yang sesuai selera. Makanannya cukup beragam, dari makanan berat hingga kue-kue ringan.

Tapi saya mesti pilih-pilih makanan, karena di sini banyak sekali makanan yang tak halal. Jadi, saya cuma menikmati makanan vegetarian saja plus kue-kue yang menggugah selera. Oya, bagi penyuka egg tart, di sini juga tersedia egg tart yang yummy..

Labels:

Museu da Historia da Taipa e Coloane



Hari ini saya diajak menyusuri kota Macau, menggunakan travel dari Venetian. Yang pertama saya datangi adalah Museu da Historia da Taipa e Coloane alias Museum Sejarah Taipa dan Coloane. Sesuai namanya, Museum ini terletak di pulau Taipa. Museum ini dulunya rumah tinggal, dan sampai sekarang bangunannya masih asli.
Wow! Bangunannya menarik sekali. Bergaya Eropa, berwarna hijau pastel. Di setiap bangunan ada teras, dan dipagar terasnya diletakkan boks berisi bunga-bunga. Kalau tak diteriaki si guide, saya pasti bakal berlama-lama di sini. (Ini nih nggak enaknya pakai travel)

Oya, ada 3 bangunan di sini yang isinya berbeda-beda. Bangunan pertama isinya sejarah Taipa. Bangunan kedua isinya contoh tipikal rumah tinggal Taipa zaman dulu. Tata letak dan furniturnya masih asli, loh.

Labels:

A Ma Temple dan Patung A Ma





Awalnya saya akan mengunjungi A Ma Temple di kota Macau. Namun, menurut beberapa info, A Ma Temple ini kurang bagus, kotor dan biasa aja. Akhirnya saya dibawa ke A Ma Cultural Village, yang ada  di Coloane (di atas bukit).


Alkisah, A-Ma (dikenal juga dengan nama Tin Hiau) adalah seorang gadis miskin yang lahir di keluarga nelayan. Dari kecil ia memang memiliki kekuatan suci. Konon, ia selalu berdiri di tepi pantai dengan menggunakan baju merah untuk memandu kapal-kapal nelayan agar selamat dalam cuaca yang buruk. Suatu hari, badai yang sangat dahsyat meluluhlantakkan kapal yang ditumpangi oleh kakak dan ayahnya. A-Ma bersemedi dan secara ajaib ayahnya selamat. Sejak itu, ia dipercaya sebagai dewa yang dapat melindungi para nelayan dari badai.


Dewa A-Ma ini dipercaya oleh nelayan-nelayan di berbagai belahan dunia, termasuk di Makau. Untuk menghormati A-Ma, di abad ke-16 nelayan Makau membuat sebuah klenteng pemujaan. Dan di tahun 2001 kemaren, di atas pegunungan setinggi 170 m di atas permukaan laut, dibangun sebuah Pusat Kebudayaan A-Ma (A-Ma Cultural Village). Pusat kebudayaan seluas 7000 m2 ini terdiri atas sebuah istana, perpustakaan, toko dan pusat pembelajaraan bagi para biksu. Bentuk bangunannya rada mirip dengan klenteng Sam Po Kong di Semarang.

Nggak jauh dari sini juga terdapat patung A-Ma setinggi 19,99 m yang kabarnya dapat dilihat dari Laut China Selatan.


Oya, FYI aja...A-Ma Temple yang ada di pulau Macau relatif lebih mudah dicapai, bisa dengan bus, taksi atau becak. Sedangkan A-Ma Village ini jauh dan ada di atas bukit, sehingga kendaraan ke sana agak sulit. Taksi hanya mau mengantar sampai kaki bukit, sedangkan bus yang mengantar sampai atas jarang sekali. Saya bertemu dengan 3 orang ibu-ibu dari Phipina, yang sudah menunggu bus selama ½ jam, dan akhirnya menumpang di mobil saya.

Labels:

Coloane Village



Di ujung kiri bawah pulau Coloane terdapat satu objek wisata lagi: Coloane Village. Kalau ingin melihat kampungnya orang Macau (khususnya orang Coloane) di sinilah tempatnya. Rumah-rumah di sini mungil-mungil, namun penuh dengan bunga. Seneng banget saya melihatnya. Di tengah-tengah coloane village ini terdapat semacam taman kecil yang nyaman.

Tak jauh dari Coloane Village terdapat Chapel of St. Francis Xavier. Ceruk untuk altarnya berwarna biru muda, sehingga dari jauh keliatan seperti laut. Di kanan kiri gereja terdapat semacam arcade (selasar) yang isinya berbagai makanan murah ala Macau.

Labels:

Egg Tart



Kue ini termasuk kue favorit saya selama berada di Macau. Di Senando Square banyak juga yang menjual ini seharga 5-7 HK$, tapi menurut orang hotel, toko Lord Stow’s Bakery di dekat Coloane Village lah yang asli dan paling populer. Di sini, egg tart nya lebih besar dan harganya sekitar HK$ 8 per buah. Tapi memang, rasa eggtart di sini lebih enak dibanding di Senando Square.

Eggtart ini ternyata tahan lama juga ya. Karena tak habis (dan teman-teman saya lainnya tak ada yang suka), saya menyimpannya di hotel, tidak di dalam kulkas. Dua hari kemudian, saya makan, ternyata rasanya masih enak (kalau yang ini tidak saya rekomendasikan untuk ditiru, karena bagi saya eggtart dalam kondisi apapun rasanya selalu enak).

Kalau ingin membawa eggtart untuk oleh-oleh, saya lebih menyarankan untuk membelinya di bandara saja. Selain harganya tidak terlampau beda, eggtart masih dalam kondisi baik ketika sampai di Jakarta.

Labels:

Senando Square



Inilah tempat favorit saya di Macau. Senando Square ibarat jantungnya kota Macau. Di sini tempat kumpul, tempat belanja, dan segala macam aktivitas lainnya. Di sini juga sering diadakan festival-festival kesenian.

Bangunan-bangunan di Senando Square sangat indah. Bergaya Eropa, dengan lengkung-lengkung dan kolom yang indah, serta warna-warna yang cerah ceria. Selain bangunan, saya sangat suka dengan motif paving block yang melapisi tanah Senando Square. Motifnya seperti gelombang dan berwarna hitam.

Bagi yang butuh informasi lengkap tentang Macau, di sebelah kiri air mancur, ada Tourist Center.

Labels:

Shopping dan Shopping




Di seputaran senando square banyak sekali toko-toko menarik. Mulai dari toko kamera, toko baju bermacam merk, toko baju tak bermerk (mirip baju di Mangdu), toko sepatu, toko obat dan toko kosmetik. Macau terkenal dengan barang bermerk yang murah (dibanding Hongkong), dan dijamin asli. Parfum-parfum bermerk betebaran di sini, dan harganya bisa lebih murah 100-150 ribu dibanding di Jakarta, loh! Toko yang paling banyak dikunjungi sih toko Sasa dan toko Bonjour.

Di sini juga banyak pedagang kaki lima yang menjajakan kacang walnut, dan es krim milktop yang enaak banget.

Labels:

Igereja Santo Dominikus


Masih di seputar Senando Square, terdapat gereja yang bernama St. Dominikus. Bangunannya tidak terlalu besar, namun menariknya, warna luarnya kuning menyala dan kusennya berwarna hijau. Kabarnya di setiap tanggal 13 Mai, di sini ada Prosesi Lady Fatima. Eh,iya. Ternyata gereja diambil dari bahasa latin yah..di Macau ini, gereja dikenal dengan sebutan Igreja (bahasa Portugis).

Labels:

Toko-Toko Kue yang Bikin Kenyang



Di antara Gereja St. Dominic’s dan reruntuhan St. Paul, ada sebuah jalan yang kanan kirinya dipenuhi toko-toko kue. Kue yang dijual bermacam-macam, ada cookies-cookies aneka rasa, ada eggtart, dan ada pula dendeng (yang saya tidak tahu terbuat dari daging apa).

Lucunya, setiap toko membagikan potongan kecil makanannya kepada setiap orang yang lewat. Semacam promosi gitu lah.. Ada pula toko yang menyediakan minum agar pembeli yang mencoba nggak kehausan. Saya bolak-balik jalan itu sampai 3 kali, dan hasilnya....Kenyaaanggg!!!

Oya, ada 2 buah toko kue yang paling favorit di sana: Pastelaria Koi Kei dan Choi Heong Yuen Bakery. Kedua toko ini letaknya berdekatan, dan paling rame dibanding toko-toko lainnya.

Labels:

Reruntuhan Gereja St. Paul





Inilah yang menjadi ikonnya Macau, St.Paul’s Ruin. Terletak tidak jauh dari Senando Square, kira-kira 5-10 menit jalan kaki.

Dulunya, gereja ini adalah gereja terbesar di Macau. Konok gereja ini terbuat dari kayu dan batu. Tapi karena kebakaran hebat di tahun 1835, seluruh tubuh gereja terbakar, dan hanya menyisakan bagian fasad gereja. Oya, di samping kiri gereja, terdapat toko yang menjual souvenir seperti gantungan kunci, tempelan kulkas, dll. Ada juga mainan-mainan dan miniature tokoh komik, yang menurut teman saya yang pencinta komik, harganya jauuh lebih murah ketimbang di Jakarta.

Labels:

Banyak Keramik di Leal Senado


Di seberang Senado Square terdapat satu bangunan yang menarik untuk dikunjungi, bernama Leal Senado Building. Bangunan ini (lagi-lagi) bergaya Eropa. Namun beda dengan bangunan di Senando Square, bangunan ini hanya berwarna abu-abu. Di lantai dasar terdapat perpustakaan dan taman. Lantai 2 ada kantor, yang tak boleh dimasuki.
Menurut saya, yang paling menarik dari bangunan ini adalah tangga dari lobbi menuju ke arah taman di belakang gedung. Dinding di kanan kiri tangga ditempeli dengan keramik bermotif biru-putih, yang mengingatkan saya akan motif-motif keramik di Belanda.

Labels:

Backstage ZAIA, Cirque du Soleil

Cirque du Soleil adalah sebuah grup pertunjukan asal Kanada. Di Macau, mereka mementaskan pertujukkan bertitel “Zaia”.

Beruntungnya saya karena dapat menyaksikan backstage Cirque du Soleil. Saya dibawa berkeliling melihat persiapan mereka, mulai dari persiapan di panggung, persiapan fisik, hingga persiapan di balik layar.

Venetian membuat sebuah area khusus untuk pertunjukan ini. Areanya dua lantai, berisi sebuah teater yang dapat menampung 1800 orang, ruang kebugaran yang cukup besar, ruang istirahat para pemain, ruang rekreasi dan beberapa ruang penunjang lainnya.

Di sebuah ruangan berdinding cermin, saya melihat seorang pemain yang sedang menunjukkan gerakan tarinya kepada sang guru. Ternyata, setiap hari para pemain harus berlatih kebugaran dan berlatih keografi. Padahal, mereka memainkan gerakan yang sama setiap harinya, namun tetap saja harus dilatih terus.
Mereka juga sangat profesional. Setiap divisi hanya mengerjakan satu tugas khusus. Ada bagian yang hanya menangani rambut saja, ada yang menangani make-up saja, ada yang menangani sepatu saja, ada yang menangani kostum saja, dan sebagainya. Mereka juga punya tim maintenance khusus yang setiap harinya merawat perlengkapan yang digunakan. Tim mereka sangat besar, terdiri dari 78 pemain dan puluhan pendukung. Hebat..

Labels: