BLOG TERBARU SAYA ADA DI WWW.JILBABBACKPACKER.COM

Friday, August 21, 2009

Wanita Iran

Area untuk wanita di masjidil haram lebih kecil dibanding laki-laki, sehingga banyak banget wanita yang mesti berebutan tempat.

Para wanita Iran, yang susah diatur, jadi momok buat jamaah lainnya. Karena tempat kecil, mereka dengan seenak hati menyalip di antara jamaah lainnya, nggak peduli si jamaah yang diserobot itu suka atau tidak. Banyak sih yang mengalah, memberi ruang untuk si Iran. Tapi lebih banyak yang tak mau kalah, sehingga seringkali terjadi adu mulut di antara jamaah.

Tapi umumnya, para Iran ini tak berani menyerobot barisan wanita-wanita bermukena alias wanita Indonesia. Mungkin karena mereka tak bisa bahasa Indonesia kali ya..

ps: big bunch of sorry to fateh, ehsan, meysam, zohreh, ali, hameed, adel, nafeesa and all my iranian friends. I just told the fact :D

Labels:

Sholat di Atas Lebih Nikmat

Awalnya, gue dan keluarga selalu shalat di lantai bawah. Tapi penuhnya minta ampun. Telat sedikit datengnya, sudah pasti tak ada ruang yang tersisa.

Nah, dua hari sebelum pulang, gue iseng-iseng naik ke lantai 2. Ternyata, di sana lebih menyenangkan. Selain tempatnya lebih luas, gue bisa memandang Ka’bah dengan jelas. Hal yang nggak akan bisa terwujud kalau sholat di lantai 1.

Hal penting lainnya, entah kenapa jarang banget wanita Iran yang dateng ke lantai 2 ini. Jadi solat bisa dilakukan dengan lebih tenang, tanpa khawatir dilangkahi mereka. Hehe.

Labels:

Berlomba Mencari Pahala

Seorang bapak tua nongkrong di deretan tong zam-zam. Awalnya gue bingung, ngapain juga dia ada di situ dari tadi. Ternyata, dia memang sengaja berdiam diri di situ supaya bisa mengambilkan air zam-zam untuk semua orang yang lewat.

Lain lagi yang dilakukan seorang bocah kecil yang usianya nggak lebih dari 4 tahun. Dengan berbekal sekantong besar permen, ia berkeliling. Membagikan permen miliknya kepada semua anak kecil yang ia temui.

Banyak orang yang melakukan hal yang dilakukan anak kecil atau bapak tua tadi. Ada yang membagikan sahi (teh), permen, kurma, kue, atau apapun yang ia punya. Ada pula yang membagikan kaset murothal (kaset yang isinya orang sedang membaca Qur’an) kepada siapa saja, tak peduli dari bangsa mana.

Orang-orang tadi bukan kelebihan makanan, bukan juga sedang pamer. Mereka sedang berlomba mencari pahala. Sebab Allah berjanji, beribadah dan berbuat baik di tanah haram akan diganjar pahala ribuan kali.

Labels:

Es Krim Hilton

Di bawah hotel Hilton, nggak jauh dari Masjid Haram, banyak banget toko-toko yang menjual makanan Arab. Yang paling laku adalah es krim. Yup, gue udah niat banget makan es krim sejak tiba di kota ini. Tapi berhubung kondisi badan tidak memungkinkan, gue baru berani makan es krim di hari terakhir.

Es krim ini enak banget ternyata. Rasanya macem-macem, ada vanilla, coklat, strawberry, dan lemon. Ditaruhnya dalam cup (di sini nggak ada es krim corn) yang lumayan gede. Harganya? hanya 2 real saja (6000 perak).

Labels:

Bangga Jadi Orang Indonesia

Indonesia termasuk bangsa yang terkenal di daratan Arab sana. Maklum saja, Indonesia adalah penyumbang jamaah haji terbesar di dunia. Jadi wajar, kalau para pedagang di sini mahir berbahasa Indonesia.

Bukan hanya para pedagang yang suka dengan bangsa Indonesia. Para Askar (polisi masjid) pun senang karena jamaah Indonesia taat aturan dan tak macam-macam. Senang rasanya jadi orang Indonesia di sini.

Di sini, semua jamaah kenal negara yang bernama Indonesia. Nggak seperti orang-orang yang gue temui selama ini, yang kenalnya hanya Bali, tanpa tau itu adalah bagian dari Indonesia. Di sini, orang bukan hanya kenal, tapi kagum dan hormat dengan Indonesia.

Seperti contohnya, sepasang suami istri asal Palestina yang gue temui di bus ketika akan menuju Miqot Tan’im. Setelah tahu gue dan keluarga dari Indonesia, mereka langsung sumringah. Mereka bilang, mereka berterimakasih banget ama orang Indonesia, yang telah banyak menolong orang Palestina. Berkali-kali mereka mengucap terima kasih, sampe terharu gue..

Atau ada lagi jamaah asal Turki. Dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah, dia bilang kalau dia senang sekali bertemu orang Indonesia, karena selama ini ia hanya bisa mendengar tentang Indonesia. Entah apa sebabnya, karena ia tak punya kosakata (dalam bahasa inggris) yang cukup untuk menjelaskan kepada gue sebab musabab pernyataannya tadi.

Labels:

Hanya Satu Kata

Jutaan orang datang ke sini setiap tahunnya. Jutaan orang, dari berbagai bangsa di dunia. Ada yang bajunya hitam, ada yang bajunya putih, ada yang pakai mukena, ada yang pakai jubah. Sungguh berwarna.

Bahasa yang digunakan pun tak sama. Ada yang bisa bahasa Arab, ada yang pakai bahasa melayu, ada yang hanya bisa bahasa Urdu, ada yang mengerti hanya bahasa Farsi. Bahasa yang tak sama menyebabkan komunikasi jadi sulit. Tapi kami punya satu kata yang seragam untuk menyapa yang lainnya: Assalamualaikum Ya Akhii (assalamualaikum wahai saudaraku).

Labels:

Mencintai Tanpa Syarat

Mana di antara berikut ini yang paing mengharukan?

  • Seorang suami yang selalu menunggu istrinya di depan pintu masjid, tak peduli panas yang menerpa kulitnya. Hal serupa terjadi juga pada puluhan suami lainnya, puluhan kakak, puluhan adik, puluhan anak, yang dengan setia menunggu para wanita kesayangannya di luar masjid.
  • Sebuah keluarga yang terdiri dari seorang nenek tua yang sudah sangat renta, seorang bapak yang kira-kira usianya 45 tahun, dan seorang bocah laki-laki yang usianya tak lebih dari 7 tahun. Saat sa’i, sambil berlari, sang bapak membacakan do’a keras-keras agar bisa didengar anaknya. Si anak, sambil mendorong kursi roda, membisikkan doa tadi ke telinga nenek tercintanya. Acapkali ia mesti mengulang perkataannya karena telinga sang nenek sudah tak berfungsi seperti seharusnya. Berulang-ulang, berpuluh-puluh kali ia lakukan itu tanpa rasa lelah, tanpa rasa pamrih.
  • Bapak tua yang sudah tertatih-tatih dengan setia mengikuti kursi roda istrinya yang didorong pesuruh. Saat pesuruh itu berlari cepat, mau tak mau ia mesti memacu dirinya berjalan lebih cepat agar tak jauh dari sang istri.
Menurut gue, semua sama mengharukannya, sama hebatnya. Gue seringkali takjub dengan pertunjukan cinta kasih yang gue temui di sini. Semua mencintai dengan tulus, mencintai tanpa pamrih.

Labels:

Monday, August 17, 2009

Beranjangsana ke Singapura

Udah berkali-kali gue pergi ke Singapura. Tapi entah kenapa, masih ada aja sudut kota ini yang belum gue telusuri. Walaupun tak ada wisata alam yang bisa dinikmati, beranjangsana di kota ini belum membuat gue bosan. Nah,berikut rangkuman dari hasil bolak-balik gue ke negeri yang rapi ini. Selamat menikmati

Labels:

Naik Ferry ke Singapura

Sewaktu fiskal belom diapus, gue selalu ke singapura lewat Batam. Lumayan, bisa irit 500 rebu. Tapi sekarang, fiskal udah dienyahkan sehingga ke singapura jauh lebih murah jika lewat udara.

Untuk menuju Singapura dari Batam, ada banyak ferry. Tapi ada 2 ferry yang paling bagus: Wave Master dan Penguin. Dulu wave master mangkal di pelabuhan Batam Center, tapi ternyata mulai tahun 2007 kemaren pelabuhan wave master udah pindah ke Batu Ampar (Harbour Bay). Katanya, pelabuhan ini lebih jauh dari bandara tapi lebih deket dari pelabuhan singapura.

Dari Hang Nadim ke Batam Center jauh juga, sekitar satu jam lebih dikit. Pantes aja taksi matok harga Rp 70.000. Harga taksi ini nggak bisa ditawar karena itu adalah tarif resmi yang dikeluarin pihak bandara. (tarifnya nggak berubah selama setahun loh).

Gue beli tiket seharga 11 dolar (pp). Tiket ini belum termasuk pajak pelabuhan yang gue lupa berapa jumlahnya. Waktu itu sih harganya masih harga promosi, dan bakal naik jadi 13 dolar lebih setelah ga promosi.

Labels:

Jangan Takut Nyasar

Banyak temen gue yang takut pergi sendirian ke singapura. Padahal, jalan-jalan ke singapura itu lebih mudah ketimbang jalan ke Bandung :D.

Pertama, papan petunjuknya jelas banget, jadi nggak perlu nanya-nanya ke satpam (yang emang nggak bakalan ada). Kedua, pusat informasi turis bertebaran di mana-mana. Ketiga, buku-buku ataupun selebaran tentang tempat wisata sekaligus peta dan cara menuju ke sana gampang banget di dapet. Di setiap pusat perbelanjaan, pusat keramaian, di bandara, di pelabuhan, pasti ada boks yang menyediakan brosur ini. Gratiss..

Labels:

Apartemen Lucky Plaza

Ferry dari Batam akan sampai ke Harbour Front, pelabuhan utama singapura. Jangan bayangin pelabuhan ini mirip dengan pelabuhan Ketapang atau Gilimanuk. Walaupun nggak sebesar Tanjung Priok, pelabuhan ini bagus. Begitu keluar dari imigrasi, gue langsung melihat deretan toko-toko cenderamata, baju-baju dan restoran. Serasa ada di dalam mall…

Beberapa kali gue nginep di Apartemen Lucky Plaza (lihat posting: hotel murah di Orchad). Pertama kali ke sini, gue disuruh penjaga di Harbour front (yang ternyata satu-satunya penjaga yang ada) untuk naek bus 143 atau 65 yang harganya $1,2. “It’s easier becoz the bus stop exact in front of Lucky Plaza” katanya dengan logat mandarin yang kentel banget. Emang bener sih deket, tapi ternyata dari pelabuhan gue mesti nyebrang jalan dulu dengan jinjingan yang lumayan gede. Nah, pas gue balik lagi di tahun 2007, gue akhirnya naik MRT tinggal turun di stasiun N 22; terbukti lebih gampang dan cepet.

Lucky Plaza sebenernya nama pusat perbelanjaan macem mangga dua. Di sana apa aja ada, mulai dari koper, kamera, souvenir, kaos-kaos murah, tempat makan. Nah, tempat gue nginep ini adanya di lantai 27, berupa apartemen punya orang Indonesia (namanya Ibu Ati). Jadi, buat masuk ke apartemen itu, gue mesti ngelewatin pusat perbelanjaan tadi.
Read more »

Labels:

ABC Backpacker Hotel



Dalam kunjungan gue yang terakhir, gue menginap di ABC Backpacker. Letaknya di jalan Kadek, tiga gang dari Arab Street dan Hotel Landmark.

Hotelnya lumayan strategis, hanya 5 menit jalan kaki ke MRT Bugis. Mau ke bugis junction, gampang. Tinggal susurin tuh jalan Victoria atau jalan North Bridge. Mau makan yang halal? Kecil. Jalan kaki aja ke arab street.

Hostel ini tergolong baru, katanya baru beroperasi februari 2009 ini. Makanya, bangunannya masih bersih dan orangnya masih ramah-ramah.

Just FYI, kebanyakan hostel backpacker di singapura ini dibuat tanpa jendela. Jadi jangan harap bisa lihat pemandangan dari dalam kamar ya :p

Labels:

MRT dan EZ-Link Card

Singapura adalah salah satu negara yang memiliki sistem MRT yang rapi dan baik. Semua tempat bisa dikunjungi dengan MRT. Awal-awal dateng, gue sempet bingung gimana caranya baca peta MRT. Ternyata, ga susah-susah amat. Dan ternyata lagi, pelajaran naik MRT di singapura ini punya andil besar dalam perjalanan-perjalanan gue selanjutnya. (hehe…gue jadi ga bingung kalo disuru baca peta MRT di mana aja).

Biar gampang dan ga kudu cari-cari uang receh mulu, gue beli EZ-Link, kartu serbaguna yang bisa dipakai buat angkutan di seluruh singapur. Ada macam-macem EZ-Link, tergantung kebutuhan. Kalau tinggal di singapura hanya 1-2 hari, bisa beli tourist pass. Tourist pass ini harganya S$ 8/hari. Dengan tourist pass ini, lo bisa naek angkutan sepuas hati, berapa kali aja, selama sahari.

Sedangkan EZ-Link akan lebih berguna kalau lo ada di singapura lebih dari 3 hari. Pasalnya, untuk mendapatkan kartu ini, harus beli kartu seharga S$ 15 ($10 tiket, $5 harga kartu). Kartu nggak bisa dibalikin alias di-refund, tapi berlaku hingga 7 tahun.

Labels:

Marlion Park, Panaaassss..



Marlion adalah patung singa mancur kebanggan warga Singapura. Nggak afdol rasanya kalo ke Sing tapi nggak foto-foto di sini.

Untuk mencapai tempat ini, cukup naik MRT ke Raffles Place , lalu keluar exit H. Dari situ, tinggal jalan kaki menyusuri sungai, terus nyebrangin jembatan ke arah One Fullerton. Nah, dari situ, uda keliatan de patung yang selalu mengeluarkan air dari mulutnya itu.

Labels:

Singapore River Cruise

Konon, Singapore River dulunya adalah sumber penghidupan singapura. Di situlah para imigran mencari uang dengan menjadi nelayan dan membangun perkampungan di pinggir sungai. Gue memutuskan untuk berperahu menyusuri sungai ini, dengan membayar uang sejumlah $12. Katanya sih, lebih bagus kalau menyusuri sungai ini malem-malem, lebih romantis.

Ada 9 titik pelabuhan kapal Singapore river cruise, di antaranya di deket merlion. Penumpang bisa naik di mana aja, dan turun di mana aja. Tapi begitu turun, nggak bisa naik lagi. Maksudnya, harga 12 dolar itu hanya buat sekali jalan, nggak peduli turun atau naik di mana.

Diiringi lagu rasa sayange (yang diklaim sebagai lagunya Malaysia), penumpang akan dibawa mengarungi sungai ini selama kurang lebih sestengah jam.

Di sekeliling sungai, selain bisa melihat gedung-gedung pencakar langit yang megah, gue juga melihat gedung bergaya Eropa yang ternyata Parliament House. Di sisi lain sungai ini terdapat Clarke Quay, suatu tempat yang cozy banget yang dipenuhi oleh restoran-restoran di alam terbuka.

Labels:

Little India dan Mustafa Center



Little India adalah pusatnya orang India di Singapura. Kalau mo cari yang berbau-bau India, macam makanannya, di situlah tempatnya.

Di sana ada sebuah toko yang sangat terkenal yakni Mustafa Center. Toko 24 jam ini menjual berbagai barang, mulai dari emas, baju, barang elektronik, makanan, sampe oleh-oleh. Barang di sini terkenal murah-murah, makanya toko ini selalu dipenuhi orang-orang dari berbagai negara.

Pertama gue dateng ke singapur, toko ini hanya terdiri atas satu gedung berlantai 4. Sekarang, mereka ekspansi ke gedung sebelahnya. Ckckck..


Oiya, di sini juga ada masjid tertua di Singapura, namanya Masjid Jamek. Masjid bergaya Moorish ini mirip banget dengan masjid Jamek di Malaysia. Dan sama seperti masjid-masjid lainnya di Singapura, untuk masuk ke sini, harus berpakaian sopan. Nggak boleh pakai celana pendek dan kaos buntung.

Naik: MRT ke little india Exit E (kalo ingin menyusuri little india), MRT ke Farrer Park Exit H(kalau ingin ke Mustafa Center)

Labels:

Bugis Village



Ada satu lagi pusat belanja yang oke banget. Namanya Bugis Village atau dikenal juga dengan Bugis Street. Adanya di seberang Parco Mall ato Bugis Junction.

Bugis street ini adalah sebuah jalan, di antara bangunan-bangunan bergaya Eropa. Nah, dulu kaatanya jalan ini sering ada pasar kaget. Lama-kelamaan pasar kaget ini berkembang jadi pasar beneran. Jadilah bugis street.

Dulu, waktu gue pertama kali ke sini, toko-toko berada di area terbuka. Sekarang, jalan ini udah ditutup ama polycarbonate. Kata gue sih, enakan yang dulu..adem.

Jangan bayangin toko di sini kayak toko di mall. Toko-toko di sini ukurannya kecil-kecil, mirip toko dadakan di Blok-M, tempat relokasi pedagang aldiron itu loh. Ukuran tokonya paling nggak lebih dari 3mx3m, dan barang yang ditaro banyak banget. Karena di kanan-kiri jalan ini terdapat toko, jalan jadi sempit, hanya bisa dilalui 2-3 orang.

Di sini, dijual berbagai macam barang yang bisa ditawar. Barangnya mirip-mirip ama barang di ITC sih, jadi gue nggak pernah beli apapun di sini. Gue lebih sering beli jus blueberry yang banyak dijual di sana, yang harganya 1-2 dolar.

Yang gue penasaran, kenapa ada kata “bugis” di depan jalan ini. Mungkin dulu yang jualan orang-orang Bugis kali ya..

Labels:

Chijmes



Chijmes ini dulunya adalah biara. Sekarang, sebagian biara tersebut dijadiin tempat makan outdoor yang oke punya. Sayangnya, harga makanannya mahal banget :D.

Labels:

Science Center

Pusat sains ini mirip-mirip dengan museum Iptek Taman Mini, tapi dalam versi yang lebih gede dan lebih lengkap. Nggak perlu suka sains untuk dateng ke sini. Pasalnya, ilmu yang diajarkan di dalam sana sangat ringan, sambil main-main pula.
Science Center letaknya agak jauh dari pusat kota singapur. Dia berada di daerah Jurong, deket-deket Jurong Bird Park. Untuk masuk ke sini, pengunjung harus merogoh kocek sekitar S$ 8. Lumayan mahal, tapi worthed banget.

Begitu masuk ke dalam bangunan, deretan permainan berbau ilusi mata akan siap menghadang. Berikutnya, ada hall utama, tempat pertunjukan (simulasi) petir. Selanjutnya, ada berbagai area lagi yang bisa dipilih sesuai selera. Ada space area, tempat belajar hal2 berbau luar angkasa. Ada energy area, ada waterworks, ada nano technology, human body, dan masih banyak area lainnya. Kalau mau diikuti semua permainan yang ada di sana, rasanya seharian pun tak akan cukup. Seru..

Naik: MRT ke Jurong East, lalu jalan kira-kira 8 menit ke arah Utara, lewati pasar. Naik bus juga bisa (nomernya 335), tapi hanya sebentar banget (rugi deh).

Labels:

Lomba Sains

Di Science Center kemaren, ada lomba sains tingkat SD. Nah, para pengunjung seperti gue diberikan kesempatan untuk memilih peserta/tim favorit. Caranya, lihat apa yang mereka kerjain, kalau suka dengan mereka tinggal masukin kertas (yang udah dibagiin sebelumnya) ke dalam kotak di depan mereka.

Cara mereka menjelaskan itu yang bikin gue takjub. Mereka dengan semangatnya menjelaskanhasil percobaan mereka. Kalau orang memilih mereka, mereka pun akan membagikan bingkisan kecil sebagai hadiah. Gue dapet permen, gelang glow in the dark, dan sekeping coklat.

Labels:

Snow City Yang Kecil

Waktu gue di KL, gue sempet nyobain snow city. Lumayan seru. Di singapur ini, gue mencoba lagi masuk ke tempat yang adanya di sebelah Science Center itu.

Tapi…gue kecewa berat. Pertama, tempatnya kecil banget, hanya ada area buat seluncuran aja. Nggak ada area bagus buat duduk ato foto-foto. Awalnya sih gue seneng maen seluncuran, tapi setelah 5 kali main, bosen mulai melanda. Alhasil, gue hanya sebentar di sana.

Yang kedua, semuanya mesti bayar. Foto bayar, mana fotonya ga ada yang bagus. Sarung tangan pun mesti bayar. Padahal di snow city KL, sarung tangan udah termasuk paket. Alhasil, gue nekat masuk tanpa sarung tangan dan hasilnya, tangan gue membeku..

Oiya, harga tiketnya S$ 16 (termasuk tiket masuk ke Science Center)

Labels:

Sri Mariaman Temple di Chinatown

Yang namanya Chinatown di mana-mana mirip sih..Banyak toko-toko menjual barang-barang berbau China. Di sini juga banyak makanan yang dijamin nggak halal :D.
Chinatown ini gue pikir lebih bagus di malam hari, karena banyak lampu lampion yang menghiasinya. Kalau siang hari, ya biasa aja.

Yang unik, di ujung Chinatown ini terdapat kuil India. Sri Mariaman Temple namanya. Untuk masuk ke sini, nggak ada biayanya. Tapi ada sumbangan sukarela. Namanya sukarela, mesti rela walau dipaksa :D.

Seperti kuil India lainnya, temple ini dihiasi banyak patung berukuran besar. Ada patung gajah, dewa-dewa yang serem banget tampangnya, ada pula patung kepala raksasa. Pertama ke sini, bulu kuduk gue merinding. Gue ketakutan, men.. Gimana nggak takut kalo saat itu gue sendirian, dan gelap pula(gue dateng pas magrib). Gue merasa semua patung itu melototin gue.

Besoknya, di pagi hari saat matahari sudah bersinar, gue kembali ke sana bareng temen gue. Hasilnya, gue nggak takut tuh :D

Labels:

Naik Skytrain Ke Sentosa Island

Salah satu tempat wisata yang kerap dikunjungi warga Indonesia adalah Pulau Sentosa. Gue sih sebenarnya tak begitu suka berada di pulau buatan ini, soalnya semuanya serba palsu. Pantainya palsu, pasirnya palsu, batunya palsu juga. Tapi untuk anak-anak ataupun orang yang tidak mencari keindahan alam, pulau ini pas dikunjungi. Pasalnya, di sini banyak sekali permainan seru, tempat makan dan hotel mahal.

Empat kali ke singapura, empat kali juga gue ke sini. Bukan karena senang, tapi karena terpaksa, sebab rekan-rekan perjalanan gue (yang berbeda-beda) selalu minta diajak ke sini.

Untuk mencapai sentosa island, banyak cara yang bisa ditempuh. Pertama, naik cable car dari Harbour Front Tower 2. Harganya sekitar S$19 (pp). Lumayan mahal untuk ukuran kantong gue. Cara lainnya adalah naik shuttle bus dari Harbour Front Bus Interchange, yang harganya S$ 3 (termasuk tiket masuk ke sentosa). Cara yang terbaru adalah naik skytrain dari Vivo Mall. Cara ini paling mudah dan paling murah (harganya S$ 3), dan rasanya mirip-mirip dengan naik cable car.

Di sentosa, sky train punya dua stasiun. Stasiun Imbiah dan Stasiun Beach. Kalau ingin nonton Song of The Sea atau berkeliling di pantai nan biru yang palsu, turunlah di stasiun Beach. Sedangkan kalau ingin naik permainan-permainan, turun di stasiun Imbiah. Dalam waktu dekat, akan ada lagi satu stasiun baru, yakni waterfront. Di dekat stasiun ini akan ada permainan-permainan yang mirip permainan di Dufan.

Labels:

Nonton Song of The Sea

Satu-satunya yang saya sukai dari Sentosa adalah pertunjukan Song of The Sea. Pertunjukannya mirip air mancur di monas, tapi yang ini lebih gede dan lebih dahsyat (iyalah..di monas kan gratis).

Song of The Sea ini diadakan dua kali dalem sehari. Jam 7.40 dan 8.40 malem. Tiketnya bisa dibeli di Sentosa atau sekalian beli di stasiun skytrain yang ada di Vivo City. Biar dapet duduk yang PW, sebaiknya dateng ke sini setengah jam sblm mulai, karena jam segitu, antrian udah dimulai.
Oya, adegan basah-basahan di sini, alias ada cipratan air yang lmyn bikin basah. Jadi saran gue, kalo nggak pengen basah, janagn duduk di dua barisan terdepan.

Gue ga usah certain ya gimana pertunjukannya, simak aja video yang gue upload di sini.

Labels:

Borong IKEA

Hal yang ga mungkin gue lewatin saat di singapura adalah mampir ke IKEA. Di singapur ini ada dua IKEA, satu di daerah Tampines (deket Changi), satu lagi di dearah Alexandra (ke arah Jurong).

Gue belom pernah ke IKEA Tampines, tapi menurut temen gue, gedenya sama aja dengan IKEA di Alexandra. Dan barangnya jelas lebih murah daripada barang-barang di IKEA Hongkong!!

Cara ke sana lumayan gampang. Tinggal naek MRT ke Queenstwon, lalu disambung dengan shuttle bus ke Anchorpoint. Nah, si IKEA ini ada di seberang Anchorpoint. Tapi pulangnya, ribetnya minta ampun, karena mesti nenteng barang bawaan yang pastinya (dan selalu) bejibun.. :D

Labels:

Cari Makanan Halal

Singapura adalah negara dengan mayoritas penduduk bergama kristen. Jadi, jumlah muslim di sini dikit banget. Tapi nggak susah kok cari makanan halal. Semua fastfood dijamin halal. Kalau mau makanan India, tinggal ke daerah little India. Kalau mau makanan melayu atau makanan arab, cukup ke daerah Arab Street dan North Bridge Road. Di sekitar sana, betebaran masakan Arab, India dan Indonesia tentunya.

Labels:

Es Potong Magnolia

Makanan di singapur rasanya nggak ada yang enak. Hambar… Tapi ada satu jajanan di singapura yang bikin gue ketagihan. Es potong magnolia namanya. Es potong ini berserakan di sepanjang Orchad Road, mulai dari jam 9-12 malem. Harganya? cuma 1 dolar. Yummy..

Labels: