BLOG TERBARU SAYA ADA DI WWW.JILBABBACKPACKER.COM

Thursday, June 11, 2009

Liburan ALa Orang Kaya

Kalau biasanya gue liburan ala backpacker yang serba terbatas, kali ini gue menikmati liburan ala orang kaya di Bali. Hehe...itulah enaknya jadi wartawan, dapet liburan mahal gratis, dikasih uang dinas pula..

Kali ini, gue tinggal di 2 hotel berbeda. Yang pertama adalah Desa Seni, suatu penginapan di daerah Canggu. Kedua, gue menikmati pool private villa di Kayana, yang ada Seminyak.

Gue juga mengunjungi beberapa objek yang lom pernah gue kunjungi sebelumnya. Bukan kuta, bukan bedugul, bukan dream land. Gue pergi ke tempat-tempat yang nggak terlalu terkenal, paling nggak untuk diri gue. jadi di sini gue cuma akan menulis tempat-tempat tak terkenal versi gue itu. So, ikuti liputan gue berikut ini.

Labels:

Wednesday, June 10, 2009

Desa Seni

Waktu temen gue bilang kita bakal nginep di desa seni, gue rada bingung sekaligus seneng. Galeri kok diinepin? Tapi bakal seru nih. Gue udah kebayang bakal ada di kawasan seniman-seniman Bali. Ternyata, Desa Seni itu bukan galeri, bukan pula perkampungan seni. Desa seni adalah sebuah village resort di  Desa Canggu, sekitar setengah jam dari Kuta.

Kebanyakan resor di Bali bergaya tropis dengan nuansa Bali. Tapi Desa Seni ini malah bernuansa Majapahit dan Jawa-Jawa gitu de.. Kata sang pemilik, yang lagi-lagi Bule, tujuan dia membangun resor ini emang untuk mengenalkan budaya Jawa ke turis-turis. Makanya semua hal di sini, kecuali kolam renangnya, berasal dari barang bekas. Rumahnya bekas, pintunya bekas, bahkan peralatan di dalam resor juga bekas peninggalan kerajaan Majapahit. Keren abis..

Tapi, sepanjang penglihatan,  gue nggak menemukan satupun turis local. Semuanya bulee yang pakaiannya serba terbuka. Di situ gue serasa jadi alien, satu-satunya orang yang dari ujungkaki ampe ujung rambut ketutup :p

Oiya, gue kasih tau nih rate-nya biar pada ngiri. Yah..cuman sekitar 360 dolar/malam. Hehehe.. 

Labels:

The Kayana


Dari Desa Seni, gue berpindah ke The Kayana di Seminyak. Tempat ini masih satu grup ama tabloid gue, jadi dia dengan senang hati menerima kedatangan gue dan kawan-kawan. Tadinya gue mo ngeliput saudara tuanya, yakni The Samaya yang jauh lebih besar dan punya pantai pribadi. Tapi ternyata, kamarnya full book. Woaa..

The Kayana ini adalah pool private village. Artinya, setiap tempat ini terdiri atas villa-villa kecil. Tiap villa dilengkapi dengan kamar tidur dengan bathtub yang gede, gazebo buat ruang duduk-duduk dan ruang makan, plus kolam renang sendiri !! Horeee…gue bisa berendem di sini.

Kebanyakan yang datang ke sini adalah pasangan yang lagi honeymoon. Dan lagi-lagi…gue nggak menemukan orang Indonesia. Kebanyakan yang datang adalah orang Jepang dan Korea. Gue suka banget nih tempat, jadi berasa jadi orang kaya. Sayang gue nggak bisa berlama-lama di sini L

Mau tau ratenya? Hehe…publish ratenya cuman 300 dolar ++, buat pool villa dengan satu bedroom.

Labels:

Tuesday, June 9, 2009

Nonton Kecak di Uluwatu

Waktu ke sini setahun lalu, gue bela-belain nonton tari kecak di Pura Uluwatu ini. Gue denger itu keren banget, dan ternyata emang bener-bener keren. Nah, pas gue dapet kesempatan ke sini lagi, gue ngajak temen-temen gue nonton ini. Dan meskipun gue udah nonton ini sebelumnya, gue tetep terkesima dan terkagum-kagum.


Tari kecak ini diadakan di pinggir tebing Uluwatu, menjelang sunset (dimulai jam 5 dan berakhir jam 7). Harga tiketnya emang rada mahal Rp 50.000/orang, tapi sebanding banget dengan pertunjukkan yang disuguhkan.

Area pertunjukkan terdiri dari sebuah lapangan seluas kira-kira 50 m2. Di sekeliling lapangan, terdapat bangku-bangku yang bisa menampung lebih dari 500 penonton.   Pas gue nonton tahun lalu, hanya gue dan tiga orang temen gue lah yang bemuka Indonesia. Yang laennya bule-bule dan turis Jepang. Kemaren ini, udah ada peningkatan. Udah banyak orang Indonesia yang tertarik menonton ini.

Pertunjukkan dimulai dengan penampilan puluhan penari pria yang duduk bersila sambil menggerak-gerakan tangan dan mendecakkan irama kecak. Lalu tak lama muncullah Dewi Shinta, tokoh utama cerita ini. Alkisah, Dewi Shinta (istri Rama) ini gundah karena ia diculik oleh Rahwana, raksasa yang jahat. Cerita tari kecak ini memang mengambil setting dari kitab Ramayana, saat Dewi Shinta diculik Rahwana, dan ditolong oleh Rama dan Hanoman (kera putih). Alur cerita klasik ini jadi sangat menakjubkan karena diiringi oleh tarian-tarian gemulai dan irama kecak yang mengasyikkan.

Pertunjukkan akan semakin menakjubkan kala sunset datang. Bangku penonton memang di set sedemikian rupa hingga bisa memandangi pertunjukkan dengan latar belakang sunset di tebing Uluwatu. Suasananya jadi romantis, magis, bikin gue terhiponotis. Keren banget deh..

Di antara semua adegan, gue paling suka saat ada pertunjukkan perang api. Dilatarbelakangi langit yang mulai menggelap, perang api antara Rahwana dan Hanoman ini jadi terlihat lebih hidup. Gue bahkan nggak berniat merekam adegan ini dengan kamera gue, karena gue pengennya ngeliat ini dengan mata langsung, bukan melalui viewfinder atau lensa kamera.

Jadi saran gue, tontonlah pertunjukkan ini. Dijamin ga nyesel..

Labels:

Menikmati Kuta dengan Cara Berbeda

Karena setiap ke Bali pasti ke Kuta, tempat ini jadi nampak biasa bagi gue. Tapi, berhubung penginapan gue di malam terakhir ga jauh dari sini, gue tetap menuju tempat ini.

Biasanya, gue ke sini untuk maen aer atau menyusuri pantai. Tapi kali ini, gue melakukan hal yang beda banget. Gue pilih salah satu spot yang adem dan nggak terlalu rame, gue duduk di sana sambil baca buku yang sengaja gue bawa dari Jakarta. Nikmat ternyata...

Labels:

Saturday, June 6, 2009

Nyamannya di Ubud

Udah berkali-kali ke Bali, baru kali ini gue ke Ubud.. Ternyata, suasananya enak banget yah. Ga rame dan riwuh kayak Kuta. Di sana tenang, sepi dan orangnya lebih ramah.

Di Ubud banyak lokasi wisata yang bisa dikunjungi. Yang paling terkenal adalah Monkey Forest, hutan yang dipenuhi monyet2. Hutan ini termasuk salah satu setting film Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts. Karena takut ama binatang satu itu, gue nggak tertarik mengunjungi tempat ini.

Tempat lain yang gue datangi di Ubud adalah pasar seni Ubud. Di sini, banyak banget barang lucu yang bisa dibeli. Ada lukisan-lukisan (so pasti, Ubud kan surganya lukisan), ada pernak-pernik buat rumah. Kalo nggak inget gue mesti liputan, gue bisa menghabiskan waktu seharian di sini.

Di sebelah pasar seni terdapat Puri Agung Ubud. Di sini, gue ngobrol banayk dengan salah satu penjaga puri. Gue lupa namanya siapa, tapi orangnya ramah banget, asik banget diajak ngobrol. Katanya,  Puri ini dulu merupakan pusat pemerintahan kerajaan Ubud zaman dulu. Bangunan Puri Ubud ini adalah bangunan asli yang masih dipertahankan hingga sekarang. Di sini, seminggu sekali diadakan pertunjukan tari seni bagi wisatawan. Gratiss.. Sayangnya pas gue ke sono, pertunjukkan udah selesai. Hiks..

Di seberang Puri Ubud ini, terdapat tempat makan yang terkenal banget di seluruh Bali: Babi Guling Ibu Oka. Saking ramainya, antriannya sampe ke luar. Temen-temen gue (selain gue tentunya) tadinya mau makan di sini, tapi melihat antrian yang begitu panjang, mereka mengurungkan niat. Ga tahan laper..

Oiya, selain pasar seninya, gue suka banget ama deretan toko-toko yang ada di Ubud ini. Letaknya ga jauh dari pasar seni. Toko-tokonya ga sebanyak di kuta atau legian, tapi itulah yang bikin tempat ini jadi menariik banget. Di tambah lagi, jalan di depan deretan toko ini ga rata, tapi agak menanjak. Keren benget de, serasa ada di San Fransisco.

Kalau nanti gue punya kesempatan dateng ke Bali lagi, gue udah bertekad. Gue akan nginep di sini. Ga ada tapi-tapi..

Lebih lengkap soal Ubud, cekidot http://www.ubud.com/

Labels:

Nasi Ayam Kadewetan

Nggak jauh dari Puri Ubud (ke arah Kintamani, di depan Puri Kadewatan) terdapat sebuah tempat makan yang enak, murah, nendang abiss. Namanya Nasi Ayam Kadewatan Bu Mangku.

Shintia, temen gue yang tinggal di Bali, yang merekomendasikan tempat ini. Di Jalan Badung, Denpasar, ada juga cabangnya. Tapi yang di Ubud ini tempatnya lebih asik, suasana Balinya ketara banget. Di sini terdapat beberapa bangunan. Di bangunan utama (yang paling gede) kita bisa makan dengan posisi duduk (pakai bangku dan meja). Sementara di bangunan-bangunan lainnya, yang lebih kecil, kita bisa makan ala lesehan.

Hanya ada satu menu di sini: nasi ayam. Isinya nasi putih dengan ayam (ada pilihan ayam goreng, ayam betutu,dll) . Sebagai pelengkap disajikan juga sayur-sayuran yang terdiri atas kacang panjang dan kacang tanah. Tapi menurut gue, yang paling mak nyuss adalah sambel matah, sambel khas Bali. Walaupun pedes (yang bikin gue keringetan abiss) gue doyan banget..

Yang bikin nasi ini tambah asik, harganya murah banget: seporsi nasi ayam hanya Rp 7.500. Asik ga tuh..

Labels:

Friday, June 5, 2009

Hotel Murah di Orchad Road

Saat gue ke singapura, gue lebih sering menginap di apartemen Lucky Plaza di daerah Orchad. Apalagi kalau bertiga, bisa patungan dan jatuhnya jadi lebih murah ketimbang menginap di backpacker hotel. Rata-rata harga sewa kamarnya 50-60 SGD/malam/kamar(ini data tahun 2006). Tapi menurut info terbaru, harga sewa kamar sekarang sudah mencapai 75-80 SGD.

Lucky Plaza terletak di Orchad Road, sangat strategis. Tinggal turun MRT di N22 (orchad road), ke mana-mana pun gampang.

Nah, berikut beberapa apartemen di Lucky Plaza yang berhasil gue kumpulkan.

1. Buat Long term bisa lihat di www.kamarluckyplaza.com. Minimal 1year. SGD 5,500/month.
2. Ibu Ati # 27-02: 6567389582
3. Ibu Yeni : 6597890312
4. Madam Lie (adiknya Madam Soh) : 6732 5629
5. ibu Tini, hp 65-96382430
6. Lucky Plaza #20-03 : 6737 1003
7. Lena (65) 97371587 / 97665990, no indonya di 0811-693088 atau di (021) 68857118
8. Lily #21-01 : 6732 9876/9003 0863
9. Lucky Plaza #20-01: 62386078, 67379128 - Ibu Frieda / pembantunya Mbak Ati
10. Mdm. Wong 94570490 (maid: Umi/Ati 67387515)
11. Yani 68352014/67363901, atau langsung ke HPnya Umi (90680061)
12. Ibu Eli = +65 67379128 , 62386078
13. Ibu Ani 67363901 lt 20 dan 16
14. Hui In +65 67325845 lt 10
15. ACU 97665703 , 947549943 lantai 26
16. Tante Greta 96699375
17. Juliana / Asui : +6584849438, punya unit di lt. 13, 14 dan 17
18. Ibu Maria #18-02: 9673 7590 / 6738 8190

Cat: Yang pernah saya tinggali adalah nomer 2 dan 3. Kamarnya lumayan bersih, kamar mandinya juga. Tapi yg saya denger2, yg paling bersih adalah nomer 8 (ibu Lily), tapi harganya paling mahal di antara semuanya.

Labels: ,