BLOG TERBARU SAYA ADA DI WWW.JILBABBACKPACKER.COM

Saturday, December 7, 2013

Ho(s)tel di Singapura

Salah satu temen nanya tentang hostel yang pernah saya tempati di Singapura. Ketika saya berikan salah satu nama hostel favorit saya (tree in lodge), ia bilang hostel tersebut telah pindah tempat. Penasaran, saya jadi browsing tentang hostel ini, plus mencari hostel alternatif buat teman saya itu.

Singapura termasuk negara dengan jumlah hostel yang cukup banyak. Harganya cukup mahal memang. Satu tempat tidur di dormitori paling murah sekitar 30SGD, kalau dikalikan kurs saat ini (Rp 9.000), maka harganya bisa mencapai 270rb. Di negara lain, sudah bisa tidur di hotel bintang 3.

Nah, ini dia hasil browsing saya soal hostel di Singapura.

1. ABC Backpackers. Ini hostel yang pernah saya tempati di Singapura tahun 2009. Hostel ini dekat dengan Bugis MRT dan kampung Arab, yang berarti dekat dengan makanan halal.

2. The Pod. Desainnya menarik banget, mirip dengan hostel kapsul Jepang. Tiap kapsul dilengkapi dengan tirai dan TV sendiri. Terletak nggak jauh dari Bugis MRT.

3. ABC Premium Hostel. Mirip dengan the pod.

4. Rucksack Inn. Punya beberapa cabang. Hostel ini (cabang Temple Street ) direkomendasikan teman saya karena katanya tidak terlalu jauh dari Clarke Quay.

5. The Beary Good Hostel. Letaknya persis di tengah area Chinatown. Deket banget dengan MRT. Tapi saya sih ga kebayang riwuhnya tempat ini.

6. The Beary Nice Hostel. Masih satu grup dengan Beary Good Hostel. Hostel ini konon menyabet penghargaan 2013 best singapore hostel.

7. Mitra Inn. Letaknya di daerah Little India. Hostel ini terkenal karena cukup murah dan dekat dengan MRT. Ada pula kamar khusus family, yang muat untuk berlima. Tapi sayang kurang suka tinggal di daerah India. Satu grup dengannya adalah Mitraa, dengan harga yang lebih mahal.

8. Footprint Hostel. Banyak banget orang Indonesia yang merekomendasikan hostel ini. Letaknya di daerah little India dengan harga yang cukup murah. Kalau letak, katanya hanya 10-12 menit dari MRT.

9.  5footwayinn. Punya 4 cabang. Agak mahal, tapi desainnya bagus.

10. Five Stones Hostel. Kalau liat gambar di webnya, hotelnya lucu banget. Kamarnya ngepop, desainnya ceria. Lokasinya juga strategis, 5 menit dari MRT.

Note: kebanyakaan hostel di Singapura tidak memiliki jendela. Kalau bermasalah dengan hal ini, cek dulu ke hostel sebelum melakukan reservasi.

Labels:

Monday, August 17, 2009

Beranjangsana ke Singapura

Udah berkali-kali gue pergi ke Singapura. Tapi entah kenapa, masih ada aja sudut kota ini yang belum gue telusuri. Walaupun tak ada wisata alam yang bisa dinikmati, beranjangsana di kota ini belum membuat gue bosan. Nah,berikut rangkuman dari hasil bolak-balik gue ke negeri yang rapi ini. Selamat menikmati

Labels:

Naik Ferry ke Singapura

Sewaktu fiskal belom diapus, gue selalu ke singapura lewat Batam. Lumayan, bisa irit 500 rebu. Tapi sekarang, fiskal udah dienyahkan sehingga ke singapura jauh lebih murah jika lewat udara.

Untuk menuju Singapura dari Batam, ada banyak ferry. Tapi ada 2 ferry yang paling bagus: Wave Master dan Penguin. Dulu wave master mangkal di pelabuhan Batam Center, tapi ternyata mulai tahun 2007 kemaren pelabuhan wave master udah pindah ke Batu Ampar (Harbour Bay). Katanya, pelabuhan ini lebih jauh dari bandara tapi lebih deket dari pelabuhan singapura.

Dari Hang Nadim ke Batam Center jauh juga, sekitar satu jam lebih dikit. Pantes aja taksi matok harga Rp 70.000. Harga taksi ini nggak bisa ditawar karena itu adalah tarif resmi yang dikeluarin pihak bandara. (tarifnya nggak berubah selama setahun loh).

Gue beli tiket seharga 11 dolar (pp). Tiket ini belum termasuk pajak pelabuhan yang gue lupa berapa jumlahnya. Waktu itu sih harganya masih harga promosi, dan bakal naik jadi 13 dolar lebih setelah ga promosi.

Labels:

Jangan Takut Nyasar

Banyak temen gue yang takut pergi sendirian ke singapura. Padahal, jalan-jalan ke singapura itu lebih mudah ketimbang jalan ke Bandung :D.

Pertama, papan petunjuknya jelas banget, jadi nggak perlu nanya-nanya ke satpam (yang emang nggak bakalan ada). Kedua, pusat informasi turis bertebaran di mana-mana. Ketiga, buku-buku ataupun selebaran tentang tempat wisata sekaligus peta dan cara menuju ke sana gampang banget di dapet. Di setiap pusat perbelanjaan, pusat keramaian, di bandara, di pelabuhan, pasti ada boks yang menyediakan brosur ini. Gratiss..

Labels:

Apartemen Lucky Plaza

Ferry dari Batam akan sampai ke Harbour Front, pelabuhan utama singapura. Jangan bayangin pelabuhan ini mirip dengan pelabuhan Ketapang atau Gilimanuk. Walaupun nggak sebesar Tanjung Priok, pelabuhan ini bagus. Begitu keluar dari imigrasi, gue langsung melihat deretan toko-toko cenderamata, baju-baju dan restoran. Serasa ada di dalam mall…

Beberapa kali gue nginep di Apartemen Lucky Plaza (lihat posting: hotel murah di Orchad). Pertama kali ke sini, gue disuruh penjaga di Harbour front (yang ternyata satu-satunya penjaga yang ada) untuk naek bus 143 atau 65 yang harganya $1,2. “It’s easier becoz the bus stop exact in front of Lucky Plaza” katanya dengan logat mandarin yang kentel banget. Emang bener sih deket, tapi ternyata dari pelabuhan gue mesti nyebrang jalan dulu dengan jinjingan yang lumayan gede. Nah, pas gue balik lagi di tahun 2007, gue akhirnya naik MRT tinggal turun di stasiun N 22; terbukti lebih gampang dan cepet.

Lucky Plaza sebenernya nama pusat perbelanjaan macem mangga dua. Di sana apa aja ada, mulai dari koper, kamera, souvenir, kaos-kaos murah, tempat makan. Nah, tempat gue nginep ini adanya di lantai 27, berupa apartemen punya orang Indonesia (namanya Ibu Ati). Jadi, buat masuk ke apartemen itu, gue mesti ngelewatin pusat perbelanjaan tadi.
Read more »

Labels:

ABC Backpacker Hotel



Dalam kunjungan gue yang terakhir, gue menginap di ABC Backpacker. Letaknya di jalan Kadek, tiga gang dari Arab Street dan Hotel Landmark.

Hotelnya lumayan strategis, hanya 5 menit jalan kaki ke MRT Bugis. Mau ke bugis junction, gampang. Tinggal susurin tuh jalan Victoria atau jalan North Bridge. Mau makan yang halal? Kecil. Jalan kaki aja ke arab street.

Hostel ini tergolong baru, katanya baru beroperasi februari 2009 ini. Makanya, bangunannya masih bersih dan orangnya masih ramah-ramah.

Just FYI, kebanyakan hostel backpacker di singapura ini dibuat tanpa jendela. Jadi jangan harap bisa lihat pemandangan dari dalam kamar ya :p

Labels:

MRT dan EZ-Link Card

Singapura adalah salah satu negara yang memiliki sistem MRT yang rapi dan baik. Semua tempat bisa dikunjungi dengan MRT. Awal-awal dateng, gue sempet bingung gimana caranya baca peta MRT. Ternyata, ga susah-susah amat. Dan ternyata lagi, pelajaran naik MRT di singapura ini punya andil besar dalam perjalanan-perjalanan gue selanjutnya. (hehe…gue jadi ga bingung kalo disuru baca peta MRT di mana aja).

Biar gampang dan ga kudu cari-cari uang receh mulu, gue beli EZ-Link, kartu serbaguna yang bisa dipakai buat angkutan di seluruh singapur. Ada macam-macem EZ-Link, tergantung kebutuhan. Kalau tinggal di singapura hanya 1-2 hari, bisa beli tourist pass. Tourist pass ini harganya S$ 8/hari. Dengan tourist pass ini, lo bisa naek angkutan sepuas hati, berapa kali aja, selama sahari.

Sedangkan EZ-Link akan lebih berguna kalau lo ada di singapura lebih dari 3 hari. Pasalnya, untuk mendapatkan kartu ini, harus beli kartu seharga S$ 15 ($10 tiket, $5 harga kartu). Kartu nggak bisa dibalikin alias di-refund, tapi berlaku hingga 7 tahun.

Labels:

Marlion Park, Panaaassss..



Marlion adalah patung singa mancur kebanggan warga Singapura. Nggak afdol rasanya kalo ke Sing tapi nggak foto-foto di sini.

Untuk mencapai tempat ini, cukup naik MRT ke Raffles Place , lalu keluar exit H. Dari situ, tinggal jalan kaki menyusuri sungai, terus nyebrangin jembatan ke arah One Fullerton. Nah, dari situ, uda keliatan de patung yang selalu mengeluarkan air dari mulutnya itu.

Labels:

Singapore River Cruise

Konon, Singapore River dulunya adalah sumber penghidupan singapura. Di situlah para imigran mencari uang dengan menjadi nelayan dan membangun perkampungan di pinggir sungai. Gue memutuskan untuk berperahu menyusuri sungai ini, dengan membayar uang sejumlah $12. Katanya sih, lebih bagus kalau menyusuri sungai ini malem-malem, lebih romantis.

Ada 9 titik pelabuhan kapal Singapore river cruise, di antaranya di deket merlion. Penumpang bisa naik di mana aja, dan turun di mana aja. Tapi begitu turun, nggak bisa naik lagi. Maksudnya, harga 12 dolar itu hanya buat sekali jalan, nggak peduli turun atau naik di mana.

Diiringi lagu rasa sayange (yang diklaim sebagai lagunya Malaysia), penumpang akan dibawa mengarungi sungai ini selama kurang lebih sestengah jam.

Di sekeliling sungai, selain bisa melihat gedung-gedung pencakar langit yang megah, gue juga melihat gedung bergaya Eropa yang ternyata Parliament House. Di sisi lain sungai ini terdapat Clarke Quay, suatu tempat yang cozy banget yang dipenuhi oleh restoran-restoran di alam terbuka.

Labels:

Little India dan Mustafa Center



Little India adalah pusatnya orang India di Singapura. Kalau mo cari yang berbau-bau India, macam makanannya, di situlah tempatnya.

Di sana ada sebuah toko yang sangat terkenal yakni Mustafa Center. Toko 24 jam ini menjual berbagai barang, mulai dari emas, baju, barang elektronik, makanan, sampe oleh-oleh. Barang di sini terkenal murah-murah, makanya toko ini selalu dipenuhi orang-orang dari berbagai negara.

Pertama gue dateng ke singapur, toko ini hanya terdiri atas satu gedung berlantai 4. Sekarang, mereka ekspansi ke gedung sebelahnya. Ckckck..


Oiya, di sini juga ada masjid tertua di Singapura, namanya Masjid Jamek. Masjid bergaya Moorish ini mirip banget dengan masjid Jamek di Malaysia. Dan sama seperti masjid-masjid lainnya di Singapura, untuk masuk ke sini, harus berpakaian sopan. Nggak boleh pakai celana pendek dan kaos buntung.

Naik: MRT ke little india Exit E (kalo ingin menyusuri little india), MRT ke Farrer Park Exit H(kalau ingin ke Mustafa Center)

Labels:

Bugis Village



Ada satu lagi pusat belanja yang oke banget. Namanya Bugis Village atau dikenal juga dengan Bugis Street. Adanya di seberang Parco Mall ato Bugis Junction.

Bugis street ini adalah sebuah jalan, di antara bangunan-bangunan bergaya Eropa. Nah, dulu kaatanya jalan ini sering ada pasar kaget. Lama-kelamaan pasar kaget ini berkembang jadi pasar beneran. Jadilah bugis street.

Dulu, waktu gue pertama kali ke sini, toko-toko berada di area terbuka. Sekarang, jalan ini udah ditutup ama polycarbonate. Kata gue sih, enakan yang dulu..adem.

Jangan bayangin toko di sini kayak toko di mall. Toko-toko di sini ukurannya kecil-kecil, mirip toko dadakan di Blok-M, tempat relokasi pedagang aldiron itu loh. Ukuran tokonya paling nggak lebih dari 3mx3m, dan barang yang ditaro banyak banget. Karena di kanan-kiri jalan ini terdapat toko, jalan jadi sempit, hanya bisa dilalui 2-3 orang.

Di sini, dijual berbagai macam barang yang bisa ditawar. Barangnya mirip-mirip ama barang di ITC sih, jadi gue nggak pernah beli apapun di sini. Gue lebih sering beli jus blueberry yang banyak dijual di sana, yang harganya 1-2 dolar.

Yang gue penasaran, kenapa ada kata “bugis” di depan jalan ini. Mungkin dulu yang jualan orang-orang Bugis kali ya..

Labels:

Chijmes



Chijmes ini dulunya adalah biara. Sekarang, sebagian biara tersebut dijadiin tempat makan outdoor yang oke punya. Sayangnya, harga makanannya mahal banget :D.

Labels:

Science Center

Pusat sains ini mirip-mirip dengan museum Iptek Taman Mini, tapi dalam versi yang lebih gede dan lebih lengkap. Nggak perlu suka sains untuk dateng ke sini. Pasalnya, ilmu yang diajarkan di dalam sana sangat ringan, sambil main-main pula.
Science Center letaknya agak jauh dari pusat kota singapur. Dia berada di daerah Jurong, deket-deket Jurong Bird Park. Untuk masuk ke sini, pengunjung harus merogoh kocek sekitar S$ 8. Lumayan mahal, tapi worthed banget.

Begitu masuk ke dalam bangunan, deretan permainan berbau ilusi mata akan siap menghadang. Berikutnya, ada hall utama, tempat pertunjukan (simulasi) petir. Selanjutnya, ada berbagai area lagi yang bisa dipilih sesuai selera. Ada space area, tempat belajar hal2 berbau luar angkasa. Ada energy area, ada waterworks, ada nano technology, human body, dan masih banyak area lainnya. Kalau mau diikuti semua permainan yang ada di sana, rasanya seharian pun tak akan cukup. Seru..

Naik: MRT ke Jurong East, lalu jalan kira-kira 8 menit ke arah Utara, lewati pasar. Naik bus juga bisa (nomernya 335), tapi hanya sebentar banget (rugi deh).

Labels:

Lomba Sains

Di Science Center kemaren, ada lomba sains tingkat SD. Nah, para pengunjung seperti gue diberikan kesempatan untuk memilih peserta/tim favorit. Caranya, lihat apa yang mereka kerjain, kalau suka dengan mereka tinggal masukin kertas (yang udah dibagiin sebelumnya) ke dalam kotak di depan mereka.

Cara mereka menjelaskan itu yang bikin gue takjub. Mereka dengan semangatnya menjelaskanhasil percobaan mereka. Kalau orang memilih mereka, mereka pun akan membagikan bingkisan kecil sebagai hadiah. Gue dapet permen, gelang glow in the dark, dan sekeping coklat.

Labels:

Snow City Yang Kecil

Waktu gue di KL, gue sempet nyobain snow city. Lumayan seru. Di singapur ini, gue mencoba lagi masuk ke tempat yang adanya di sebelah Science Center itu.

Tapi…gue kecewa berat. Pertama, tempatnya kecil banget, hanya ada area buat seluncuran aja. Nggak ada area bagus buat duduk ato foto-foto. Awalnya sih gue seneng maen seluncuran, tapi setelah 5 kali main, bosen mulai melanda. Alhasil, gue hanya sebentar di sana.

Yang kedua, semuanya mesti bayar. Foto bayar, mana fotonya ga ada yang bagus. Sarung tangan pun mesti bayar. Padahal di snow city KL, sarung tangan udah termasuk paket. Alhasil, gue nekat masuk tanpa sarung tangan dan hasilnya, tangan gue membeku..

Oiya, harga tiketnya S$ 16 (termasuk tiket masuk ke Science Center)

Labels:

Sri Mariaman Temple di Chinatown

Yang namanya Chinatown di mana-mana mirip sih..Banyak toko-toko menjual barang-barang berbau China. Di sini juga banyak makanan yang dijamin nggak halal :D.
Chinatown ini gue pikir lebih bagus di malam hari, karena banyak lampu lampion yang menghiasinya. Kalau siang hari, ya biasa aja.

Yang unik, di ujung Chinatown ini terdapat kuil India. Sri Mariaman Temple namanya. Untuk masuk ke sini, nggak ada biayanya. Tapi ada sumbangan sukarela. Namanya sukarela, mesti rela walau dipaksa :D.

Seperti kuil India lainnya, temple ini dihiasi banyak patung berukuran besar. Ada patung gajah, dewa-dewa yang serem banget tampangnya, ada pula patung kepala raksasa. Pertama ke sini, bulu kuduk gue merinding. Gue ketakutan, men.. Gimana nggak takut kalo saat itu gue sendirian, dan gelap pula(gue dateng pas magrib). Gue merasa semua patung itu melototin gue.

Besoknya, di pagi hari saat matahari sudah bersinar, gue kembali ke sana bareng temen gue. Hasilnya, gue nggak takut tuh :D

Labels:

Naik Skytrain Ke Sentosa Island

Salah satu tempat wisata yang kerap dikunjungi warga Indonesia adalah Pulau Sentosa. Gue sih sebenarnya tak begitu suka berada di pulau buatan ini, soalnya semuanya serba palsu. Pantainya palsu, pasirnya palsu, batunya palsu juga. Tapi untuk anak-anak ataupun orang yang tidak mencari keindahan alam, pulau ini pas dikunjungi. Pasalnya, di sini banyak sekali permainan seru, tempat makan dan hotel mahal.

Empat kali ke singapura, empat kali juga gue ke sini. Bukan karena senang, tapi karena terpaksa, sebab rekan-rekan perjalanan gue (yang berbeda-beda) selalu minta diajak ke sini.

Untuk mencapai sentosa island, banyak cara yang bisa ditempuh. Pertama, naik cable car dari Harbour Front Tower 2. Harganya sekitar S$19 (pp). Lumayan mahal untuk ukuran kantong gue. Cara lainnya adalah naik shuttle bus dari Harbour Front Bus Interchange, yang harganya S$ 3 (termasuk tiket masuk ke sentosa). Cara yang terbaru adalah naik skytrain dari Vivo Mall. Cara ini paling mudah dan paling murah (harganya S$ 3), dan rasanya mirip-mirip dengan naik cable car.

Di sentosa, sky train punya dua stasiun. Stasiun Imbiah dan Stasiun Beach. Kalau ingin nonton Song of The Sea atau berkeliling di pantai nan biru yang palsu, turunlah di stasiun Beach. Sedangkan kalau ingin naik permainan-permainan, turun di stasiun Imbiah. Dalam waktu dekat, akan ada lagi satu stasiun baru, yakni waterfront. Di dekat stasiun ini akan ada permainan-permainan yang mirip permainan di Dufan.

Labels:

Nonton Song of The Sea

Satu-satunya yang saya sukai dari Sentosa adalah pertunjukan Song of The Sea. Pertunjukannya mirip air mancur di monas, tapi yang ini lebih gede dan lebih dahsyat (iyalah..di monas kan gratis).

Song of The Sea ini diadakan dua kali dalem sehari. Jam 7.40 dan 8.40 malem. Tiketnya bisa dibeli di Sentosa atau sekalian beli di stasiun skytrain yang ada di Vivo City. Biar dapet duduk yang PW, sebaiknya dateng ke sini setengah jam sblm mulai, karena jam segitu, antrian udah dimulai.
Oya, adegan basah-basahan di sini, alias ada cipratan air yang lmyn bikin basah. Jadi saran gue, kalo nggak pengen basah, janagn duduk di dua barisan terdepan.

Gue ga usah certain ya gimana pertunjukannya, simak aja video yang gue upload di sini.

Labels:

Borong IKEA

Hal yang ga mungkin gue lewatin saat di singapura adalah mampir ke IKEA. Di singapur ini ada dua IKEA, satu di daerah Tampines (deket Changi), satu lagi di dearah Alexandra (ke arah Jurong).

Gue belom pernah ke IKEA Tampines, tapi menurut temen gue, gedenya sama aja dengan IKEA di Alexandra. Dan barangnya jelas lebih murah daripada barang-barang di IKEA Hongkong!!

Cara ke sana lumayan gampang. Tinggal naek MRT ke Queenstwon, lalu disambung dengan shuttle bus ke Anchorpoint. Nah, si IKEA ini ada di seberang Anchorpoint. Tapi pulangnya, ribetnya minta ampun, karena mesti nenteng barang bawaan yang pastinya (dan selalu) bejibun.. :D

Labels:

Cari Makanan Halal

Singapura adalah negara dengan mayoritas penduduk bergama kristen. Jadi, jumlah muslim di sini dikit banget. Tapi nggak susah kok cari makanan halal. Semua fastfood dijamin halal. Kalau mau makanan India, tinggal ke daerah little India. Kalau mau makanan melayu atau makanan arab, cukup ke daerah Arab Street dan North Bridge Road. Di sekitar sana, betebaran masakan Arab, India dan Indonesia tentunya.

Labels: